Perdagangan derivatif crypto secara global di tengah kondisi pasar yang fluktuatif tetap mengungguli perdagangan spot.
Berdasarkan laporan 2026 Q2 Crypto Industry Report dari Coingecko, perdagangan derivatif crypto pada kuartal kedua 2026 secara global mencapai US$12,7 triliun.
BACA JUGA:6 Aplikasi Trading Emas Aman dan Ramah Pemula 2026
Sementara itu, perdagangan spot pada periode yang sama tercatat sebesar US$1,95 triliun.
Di dalam negeri, data dari bursa kripto CFX menunjukkan, per April 2026 perdagangan pasar derivatif mencapai Rp4,4 triliun.
“Kami optimis kehadiran Pintu Futures Lite dapat mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia dapat memahami instrumen derivatif crypto secara bertahap dan bertanggung jawab. Ke depan, kami akan terus mengembangkan fitur edukasi terintegrasi serta memperluas pilihan aset yang dapat diperdagangkan melalui Pintu Futures Lite, sejalan dengan komitmen kami menghadirkan pengalaman trading dan investasi crypto yang mudah dan aman. Namun, perlu diingat, trading futures dengan leverage memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan seluruh modal, sehingga kami selalu mengimbau pengguna untuk melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) serta selalu mengelola risiko dengan baik sebelum bertransaksi,” tutup Andy.