JAKARTA, DISWAY.ID - Harapan Manchester United untuk menjalani musim dengan target bersaing dalam perebutan gelar Premier League mendapat ujian keras sejak pertandingan pertama.
Baru berjalan 17 menit, The Red Devils sudah dibuat tak berkutik oleh Hull City di tepi Sungai Humber.
Awal pertandingan justru memperlihatkan Hull City sebagai tim yang tampil lebih agresif.
Sementara itu, Manchester United asuhan Michael Carrick terlihat kesulitan menemukan ritme permainan.
Situasi semakin buruk setelah Semi Ajayi memanfaatkan kemelut di depan gawang untuk menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong.
Gol tersebut membuat United kehilangan momentum. Alih-alih segera merespons, permainan mereka justru semakin melemah.
Dari tribun, suporter Hull bahkan dengan lantang menyanyikan ejekan kepada tim tamu sebelum The Tigers kembali memberikan tekanan.
Manchester United Kembali Kesulitan Hadapi Low Block
Persoalan yang muncul pada laga ini sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi Manchester United.
Pada musim sebelumnya, tim asuhan Carrick kerap tampil lebih meyakinkan ketika menghadapi lawan yang bermain terbuka.
Akan tetapi situasinya berbeda ketika menghadapi tim yang memilih bertahan dalam dengan formasi low block.
Hull kembali memperlihatkan bagaimana pertahanan rapat dapat membuat United kehilangan ruang untuk mengembangkan permainan.
Meski memiliki waktu selama pramusim untuk mempersiapkan strategi, Michael Carrick belum menemukan formula yang efektif untuk membongkar pertahanan lawan.
Lini tengah Hull mampu membuat area sentral menjadi sangat padat. Manchester United pun kesulitan mengalirkan bola ke area berbahaya.
Dalam periode yang cukup panjang, Manchester United lebih banyak mengandalkan umpan-umpan langsung dan bola spekulatif menuju kotak penalti.