Hull City dengan nyaman menghadapi tekanan tersebut sambil menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik.
Benjamin Sesko Masuk, Tapi Man United Malah Jarang Kirim Crossing
Carrick kemudian mencoba mengubah situasi dengan memasukkan Benjamin Sesko.
Namun, keputusan tersebut belum memberikan dampak yang diharapkan. Manchester United justru tidak banyak mengirimkan umpan silang ke area yang dapat dimanfaatkan penyerang asal Slovenia tersebut.
Alhasil, Sesko kesulitan mendapatkan kesempatan dan nyaris tidak memberikan pengaruh besar setelah berada di lapangan.
Di sisi lain, Hull malah mampu menciptakan ancaman lebih serius. Oli McBurnie beberapa kali membuat lini tengah United terlihat kesulitan mengantisipasi pergerakannya.
Permainan Manchester United pun terlihat lamban ketika harus membangun serangan maupun merespons tekanan lawan.
BACA JUGA:Michael Carrick Minta Bruno Fernandes Bertahan di MU, Klub Arab Saudi Siapkan Tawaran Besar
Lini Tengah Baru Masih Butuh Waktu
Manchester United memang memasuki musim ini dengan perubahan di lini tengah, terutama setelah kepergian Casemiro.
Komposisi baru tersebut tentu membutuhkan waktu untuk menemukan chemistry. Carrick harus membangun keseimbangan antara kreativitas, kontrol permainan, dan kemampuan bertahan. Namun, proses adaptasi tersebut juga memiliki konsekuensi.
Jika United terlalu banyak kehilangan poin pada periode awal musim, target mereka untuk bersaing di papan atas Liga Inggris bisa semakin sulit diwujudkan.
Kesabaran memang diperlukan untuk membangun tim dengan struktur baru. Akan tetapi, ambisi Manchester United untuk bersaing memperebutkan gelar Premier League tidak dapat menunggu tanpa batas.
Kekalahan dari Hull bukan hanya persoalan hasil akhir. Penampilan United juga menjadi sumber kekhawatiran bagi para pendukung.
Tim ini belum menunjukkan karakter seperti yang terlihat ketika Carrick menangani mereka musim lalu.
Sebaliknya, permainan yang ditampilkan justru mengingatkan pada sejumlah masalah yang pernah terlihat ketika Manchester United masih berada di bawah Ruben Amorim.
Masalah menghadapi pertahanan rapat, minimnya kreativitas dari lini tengah, serta kesulitan menciptakan peluang menjadi pekerjaan rumah besar bagi Carrick.