Bintang Perusuh

Bintang Perusuh

Para peserta "Muktamar" Perusuh Disway volume 6 foto bersama setelah acara.--

Bintang ''muktamar'' kali ini dua orang muda: Sumhaji dan Ahmad Reza Ropi. Tambah satu lagi: Sujatmiko, ahli geologi ITB berusia 85 tahun.

Pak Jatmiko datang ke Gondang bersama Sumantoro Radjiman dan tokoh wartawan senior Bandung Moh. Ridlo Eisy.

Pak Jatmiko membawa 10 oleh-oleh: bebatuan berharga. Mulai batu akik asli sampai batu kalkopirit berumur antara 20-25 juta tahun. Yang terakhir itu diserahkan untuk saya --dan akan saya pajang di kantor Disway.


Sujatmiko memberikan hadiah batu berusia 25 juta tahun kepada Dahlan Iskan.-FOTO: BOY SLAMET-HARIAN DISWAY-

Pak Jatmiko juga memberi warna baru muktamar ''Perusuh'' Disway kemarin. Sebelum muktamar ditutup tiba-tiba ia maju, minta semua ''perusuh'' berdiri, lalu bersama-sama menyanyikan lagu syahdu ciptaan Kusbini tahun 1942: Bagimu Negeri.

Meski usia 85 tahun, Pak Jatmiko masih sangat sehat. Badannya langsing. Ketika di malam hari diadakan acara semedi ia masih ikut bersila sampai selesai.

Di olahraga ''Senam DI'' Pak Jatmiko bisa satu jam tidak berhenti. Ia lahir di Pamekasan, masuk ITB, lalu berkarir di perminyakan dan geologi. Ia juga pernah tugas belajar sampai Prancis dan Amerika. Di masa lansia ia menekuni kajian batu meteor.

Bahwa tiba-tiba ia memimpin ''Bagimu Negeri" itu lantaran lagu itu dianggap setara dengan God Bless America yang di sana dinyanyikan di mana-mana dengan rasa penuh bangga.


Agustina MArdiko Wati memimpin meditasi yang diikuti sebagian perusuh peserta gathering.-FOTO: BOY SLAMET-HARIAN DISWAY-

Ups... Ada satu bintang baru lagi: Agustina Mardiko Wati. Dia wanita setengah baya. Pengusaha alat berat. Asal Solo. Tinggal di Semarang. Dia sealmamater dengan Presiden Jokowi saat SMP di Solo.

Mardiko Wati sakit kanker. Kanker paru. Mardiko berjuang sukses ke BPJS untuk bisa mendapat obat yang harga per kapsulnya Rp 4,5 juta. Obat itu harus diminum setiap hari. Selama tiga bulan. Lalu Mardiko memutuskan untuk menjalani terapi meditasi di Bali.

Banyak yang ingin tahu seperti apa semedinya. Lalu disepakati: malamnya diadakan acara semedi. Dia yang pimpin. Semua lampu dimatikan. Dia sangat menghayati. Dia seperti sudah selevel guru semedi.

Berbagai cara semedi memang sudah dia coba. Mulai di gereja Katolik yang dia anut, semedi cara Buddha, sampai akhirnya mantap dengan cara gurunyi di Bali itu: Merta Ada. Dari Bali Usada.

Setiap bulan Mardiko ke Bali. Semedi di sana selama satu minggu. Tanpa HP, tanpa bicara. Hanya hening.

Anak sulung Mardiko ikut menemani ke Bali. Ikut hidup tanpa HP. Tanpa bicara. Tanpa rokok. Setiap pulang dari semedi ia kehilangan orientasi. Terutama ketika dari tempat semedi tiba di bandara.

"Rasanya kehidupan di bandara terlalu bising," katanya.

Ia perlu waktu untuk menyesuaikan ''hidup normal'' setelah semedi. Termasuk perlu waktu tiga hari untuk bisa kembali menikmati rokoknya.


Sumhaji (pegang mic), Fransiska (kiri) dan Ahmad Zuhri (belakang kanan).-FOTO: BOY SLAMET-HARIAN DISWAY-

Perusuh terjauh kali ini datang dari Batam: Fransiska Jappy. Dia berjuang ke suami untuk bisa dapat izin ke muktamar ini. Ternyata dia asli Ketapang, Kalbar. Lalu sekolah di Singapura dan dapat suami dari Batam. Fransiska dan suami punya bisnis besar karena dipercaya perusahaan-perusahaan asing di Batam untuk menangani tenaga kerja mereka.

Separo peserta muktamar memang wajah baru. Selebihnya ''raja-raja'' perusuh lama: Udin Salemo, Cak Mul, dr Sandra, Datuk Dimyani, Handoko.....


Dahlan Iskan diapit Udin Salemo (kiri) dan Cak Mul. -FOTO: BOY SLAMET-HARIAN DISWAY-

Rifda Ammarina tuan rumah pertama muktamar di perkebunan miliknyi di Cikeusik, Pandeglang juga hadir. Dia tidak ikut jatah makan serupa MBG seperti lainnya. Dia masak sendiri di dapur: ''saya alergi gluten''. Kebetulan dapurnya kosong: Galuh Banjar tidak ikut ke Gondang. Menantu Pak Iskan itu lagi flu berat.


Rifda Ammarina, pemilik Kampung Agrinex, Cikeusik, Pandeglang, yang menjadi host gathering pertama, hadir di gahtering ke-6 di DIC Farm, Pacet, Mojokerto.-FOTO: BOY SLAMET-HARIAN DISWAY-

Sedang mengenai dua bintang muda yang namanya sudah telanjur disebut di awal tulisan ini ternyata tidak cukup waktu lagi untuk menuliskan kisah mereka. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 24 Agustus 2026: Geger Gowa

Jhel_ng

Mungkin lebih cocok kalau saatnya melakukan kajian ini: seberapa besar berpengaruh tulisan CHDI dan komennya terhadap kebijakan pemerintah di berbagai tingkatan. Saya curiga banyak tulisan dan komentar dibaca banyak pejabat. Masalah listrik padam, misalnya, 2 bulan berlarut-larut dalam narasi "kerusakan teknis". Setelah saya komen 1 Agustus, 2 Agustus dipilih dan posisinya paling atas, 4 Agustus ada berita Presiden Prabowo perintahkan Menteri Pak Bahlil selesaikan urusan pemadaman di Kalimantan. Sejak saat itu dari yang 6 jam sehari jadi 2-3 jam, kemudian nihil. Coba kalau dikaji secara serius, saya berhipotesis banyak pejabat yang baca disway. Cuma pendapat kepedean saya saja, sih.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PROSES SETELAH PEMAKZULAN OLEH DPRD: 

APAKAH PEMAKZULAN BISA BATAL?

Yang menarik dari kasus Gowa justru tahap setelah DPRD memutuskan pemakzulan. Sebab secara hukum, keputusan DPRD belum otomatis memberhentikan bupati.

Untuk dugaan pelanggaran sumpah jabatan, kewajiban, larangan kepala daerah, atau perbuatan tercela, UU 23/2014 mengatur mekanisme khusus. Pendapat DPRD harus diputus dalam rapat paripurna dengan kuorum dan persetujuan tertentu. Setelah itu, pendapat tersebut dimintakan pemeriksaan kepada Mahkamah Agung.

MA yang menentukan: terbukti atau tidak. Pemeriksaannya paling lambat 30 hari dan putusannya bersifat final. Jika MA menyatakan terbukti, barulah DPRD mengusulkan pemberhentian kepada Menteri untuk bupati. Menteri kemudian wajib memberhentikan paling lambat 30 hari setelah menerima usulan.

Jadi, apakah pemakzulan DPRD bisa batal?

Bisa berhenti di tengah jalan. Misalnya prosedurnya tidak memenuhi syarat atau MA menyatakan dugaan pelanggaran itu tidak terbukti.

Artinya, DPRD baru menyalakan lampu hijau proses. Belum menekan tombol “delete”.

Dalam hukum administrasi, prosedur bukan aksesori. Prosedur adalah bagian dari keabsahan keputusan.

riansyah harun

Di suatu daerah, yang pernah di datangi oleh Presiden Disway, saat beliau masih menjadi sesuatu, telah membuat para pejabat dan ajudan sang Presiden itu kelimpungan setengah mati. Karena di pagi harinya, mereka tidak lagi menemukan Sang Presiden berada di hotel. Uppsss, ternyata Pak Presiden itu secara diam diam pergi ke Kuil yang berhadapan dengan Samudra. Dan di daerah itulah...., wanitanyi diatur oleh adat. Apalagi sampai harus terekspose karena perselingkuhan. Waduh....!!!

siti asiyah

Pikir saya napa pula CHDI pagi ini tulisannya macam ini.Gak penting banget.Namun setelah baca sampai akhir, saya jadi mikir : ternyata jejaring kuasa di negeri kita pusarannya ya siapa bersaudara dengan siapa.Bila ditracking, bisa jadi siapa terhubung dengan siapa ini membentuk pohon kuasa.Bilamana ini kejadian `` alami `` , meniti karir secara benar dengan cara - cara yang benar dan dampaknya memang benar dirasakan tentu bisa diterima.Namun jamak terjadi semua bukan proses alami, berarti by design : siapa berkuasa dimana sudah disetting berbiaya berapa dan menjadi jatah siapa.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

GATHERING DAN MUKTAMAR PERUSUH: 

MAU DIBAWA KE MANA?

Perusuh Disway sudah punya sejarah, termasuk rangkaian muktamarnya.

Mulai dari Agrinex, Prambanan, Pacet, Bandung sampai ke Pacet lagi.

Tahun ini memasuki jilid keenam. 

Menariknya, komunitas ini bukan organisasi. Tidak punya AD/ART. Tidak punya ketua. Tetapi selalu ada yang mengorganisir dan selalu ada yang datang.

Pertanyaannya sekarang: mau dibawa ke mana muktamarnya?

Menurut saya, jangan dibawa menjadi organisasi formal. 

Justru jangan. 

Biarkan tetap liar. 

Tetapi “liar” perlu diberi arah.

Gagasan saya sederhana: 

Jadikan muktamar sebagai laboratorium gagasan. 

Setiap peserta membawa satu persoalan. 

Bukan sekadar cerita. Bukan sekadar kritik. Tetapi gagasan yang bisa diuji, diperdebatkan, lalu ditindaklanjuti.

Tahun 2024 saja, diskusi di DIC Farm sudah melahirkan gagasan tentang revolusi persawahan dan swasembada pangan.

Maka Muktamar #6 sebaiknya menghasilkan sesuatu yang bisa dibawa pulang. 

Misalnya 10 Gagasan Perusuh untuk Indonesia.

Tidak perlu keputusan mengikat. 

Tidak perlu palu sidang.

Cukup gagasan yang membuat pembaca lain berkata: 

“Lho, kok kepikiran?”

Kalau itu berhasil, Perusuh tidak sekadar rusuh.

Rusuhnya produktif.

alasroban

Anda semua sudah tahu,

Setelah drama penggilingan padi 2T sebulan.

Di lanjutkan drama kupas bawang 700K/kg. 

Latest drama lengangkut semen 100K/shak.

Bayangkan harga semen 50K / shak tapi ongkos angkat nya 100K / shak. 

Seorang teman yg berprofesi sebagai pegawai bangunan sempat berseloroh. Apa ini yg di namakan 19jt lapangan pekerjaan?

:(

Kalender Bagus

Aneh juga Bu Bupati dan Pak Konsultan ini. Kecambah masalah ini sudah lama terjadi, tapi mereka tidak merubah strategi. Terus saja melawan angin hembusan para youtuber. Mestinya mereka berdiam diri dulu, nunggu proses cerai keduanya kelar, baru nikah baik-baik. Level konsultan mestinya tau ini. Tapi itulah dunia. Jika sudah rasa yang bermain, IQ setinggi apapun bisa terjongkok-jongkok.

Lagarenze 1301

Bupati Gowa Husniah Talenrang nasibnya kini ditentukan oleh Mahkamah Agung.

Pendapat DPRD Gowa yang memberhentikan Bupati Husniah Talenrang, sesuai UU 23/2014, memang harus diteruskan ke MA.

MA memeriksa, mengadili, dan memutus pendapat DPRD tersebut paling lambat 30 hari setelah permintaan DPRD diterima MA. Putusannya bersifat final.

Putusan MA dikirimkan kembali ke DPRD. Kemudian, DPRD mengajukan usul pemberhentian ke Menteri Dalam Negeri.

Mendagri wajib memberhentikan Bupati Husniah Talenrang paling lama 30 hari sejak surat usulan DPRD diterima.

Itu kalau putusan MA menyatakan Husniah Talenrang terbukti melanggar hal-hal sebagai berikut:

- Melanggar sumpah/janji jabatan

- Tidak melaksanakan kewajiban kepala daerah

- Melanggar larangan bagi kepala daerah 

- Melakukan perbuatan tercela

Kalau putusan MA menyatakan Husniah Talenrang tidak terbukti melanggar satu pun hal-hal di atas, maka dia akan terus menjabat sebagai Bupati Gowa.

Sri Wasono Widodo

Dilema Perselingkuhan. Di jaman Rasulullah beberapa sahabat mengalami peristiwa isterinya berselingkuh. Yang paling terkenal karena menyebabkan turunnya wahyu tentang sumpah li'an dalam Al Qur'an adalah yang dialami Hilal bin Umayyah. Suatu hari ia memergoki isterinya bersetubuh dengan lelaki lain. Ia pun melaporkan hal itu kepada Rasulullah. Rasulullah berkata bahwa Hilal harus punya empat saksi. Hilal berargumen kalau ia memanggil orang lain pastilah "adegan" keburu selesai. Rasulullah pun berkata bahwa Hilal harus didera karena tidak bisa mengajukan saksi. Ceritanya masih panjang sampai akhirnya diadakan sumpah li'an. Keduanya (Hilal dan isterinya) bersikeras pada kesaksian masing-masing. Isterinya bersumpah ia tidak selingkuh. Selesai sumpah li'an mereka harus bercerai. Rasulullah sempat berbisik kepada Hilal "Bila nanti mantan isterimu punya anak mata dan rambutnya mirip lelaki itu berarti ia menang berzinah dengan lelaki itu". Ternyata terjadilah wanita itu melahirkan anak yang ciri fisiknya mirip lelaki itu. 

Pelajaran: menurut Gus Baha Nabi tahu bahwa Hilal tidak mungkin berbohong. Namun jika tuduhan itu dibenarkan Rasul maka akan menjadi hukum di mana suami dengan seenaknya menuduh isterinya selingkuh hanya sekedar cari alasan untuk menceraikannya. Lagi pula si isteri yang berselingkuh harus dirajam. 

Lagarenze 1301

Jika Husniah Talenrang tersingkir dari jabatan Bupati Gowa, ini akan menandai redupnya dinasti Fadil Imran di Sulsel. 

Komjen Fadil Imran saat ini menjabat Astamaops Kapolri. 

Jika mengacu pada usia, Fadil Imran mestinya sudah pensiun 14 Agustus 2026 (58 tahun). 

Dua adik Fadil Imran menjabat bupati. Selain Husniah Talenrang Bupati Gowa, ada Firdaus Daeng Manye yang Bupati Takalar. 

Putri Fadil Imran, Farah Puteri Nahlia, anggota DPR RI dari PAN Dapil Jawa Barat IX. 

hoki wjy

Berita senyap tiba2 Melu China Wang Yi dan Menhan China Dong Jun sudah ada di Jakarta dalam pertemuannya dg Presiden Prabowo,Presiden mengatakan akan menyambut perusahan2 China yg berinvestasi di Indonesia dan akan memberikan lingkungan usaha yg kondusif bagi perusahaan2 China dan menolak provokasi dan pemberitaan yg berniat buruk..berarti selama ini ramai berita diluar negeri yg mengatakan pemerintah Indonesia mulai mengusir perusahaan2 China adalah tidak benar.

Lagarenze 1301

Dari Gowa lahir dinasti terkuat Sulsel: klan Yasin Limpo. 

Yasin Limpo pernah menjabat Bupati Gowa di tahun 60-an. 

Putranya, Syahrul Yasin Limpo, menjabat Bupati Gowa dua periode (1994-2002). 

Putranya yang lain, Ichsan Yasin Limpo, menjabat Bupati Gowa dua periode (2005-2015) 

Cucunya, Adnan Purichta Ichsan, menjabat Bupati Gowa dua periode (2016-2025). 

Selama 30 tahun lebih, Gowa dikuasai klan Yasin Limpo. 

Syahrul Yasin Limpo belakangan menjadi Wakil Gubernur Suleel (2003-2008) lalu Guhernur Sulsel dua periode (2008-2018). 

Kariernya sempat menanjak setelah ditunjuk menjadi Menteri Pertanian pada 2019, namun kena jerat KPK pada 2023. 

Klan Yasin Limpo kini redup. 

Lagarenze 1301

Berjarak 178 km dari Gowa, ada kabupaten bernama Bone. Dari sinilah lahir dinasti Sulsel terkuat saat ini: klan Amran Sulaiman. 

Andi Amran Sulaiman menjabat Menteri Pertanian tiga kali: 

- 2014-2019 di era Jokowi

- 2023-2024 di era Jokowi

- 2024-sekarang di era Prabowo 

Adiknya, Andi Sudirman Sulaiman, menjabat Wakil Gubernur Sulsel (2018-2021), Plt Gubernur Sulsel (2021-2023), lalu terpilih menjadi Gubernur Sulsel (2025-2030). 

Adiknya yang lain, Andi Asman Sulaiman, menjabat Bupati Bone (2025-2030). 

Putranya, Andi Amar Ma'ruf Sulaiman, anggota DPR RI 2024-2028 dari Fraksi Gerindra. 

Klan Amran Sulaiman sedang bersinar.

Juve Zhang

Drama kupas bawang masih seru disambung drama konsultan politik merangkap "konsultan pribadi".....tentu gempa Flores terlupakan atau memang sudah nasib anda kena gempa...rakyat makin susah hidup....drama jadi hiburan.....kerut dahi rakyat makin berjejer banyak sekali....kerut mengkerut karena faktor ekonomi .. istilah Rakyat tanggal 20 itu. Sudah bulan tua.... dompet sudah kosong.yg sisa 10 hari hidup dari pinjaman....baru dilunasi pas gajian

...siklus hidup yg hidup hanya 20 hari dalam sebulan sudah umum...gaji gak kuat dibelikan makanan yg sudah meloncat ke langit atas.... inflasi kata Menkeu sudah ke atap langit.... jeritan rakyat tak terdengar atau pura pura sibuk atau asyikk dengan bisnis pribadi....sehingga tugas utama dilupakan.....sampai daerah gempa Flores pun dilupakan atau terlupakan.... Amsiong 

Ahmad 9389

Akhir - akhir saya mengurangi konsumsi YouTube dan media informasi lainnya. Dan beralih melalui Saluran WA, saya pilih dari kantor berita pilihan yang tidak click bait ( khusus Disway, BloombergTechnoz, dan AntaraNews ).

Entahlah, semakin mengikuti berita semakin banyak pikiran dan waktu tersita. Apalagi tidak bisa berkontribusi banyak kalau ada berita buruk.

Dan sisi positifnya peralatan elektronik medsos tentu lebih awet karena beban yang digunakan relatif sedikit, wkwkwk.

Sulaspin

pepatah kuno masih relevan. 3 TA. harta tahta wanita. ketiganya akan menjadi sumber kehancuran jika manusia tidak bisa mengendalikan dirinya. namun juga bisa menjadii jalan kemuliaan bila dilelola dengan iman, aklak dan kebijaksanaan.

Muh Nursalim

Tuduhan selingkuh sama dg tuduhan zina. Itu hampir tdk.mungkin bisa dibuktikan. Secara fikih sangat2 sulit sekali. Karena hrs ada 4 saksi yg sama2 meluhat bhw penis si laki2 masuk.ke vagina lawan mainnya. Ini jls mustahil. Kalo nda bisa maka s penuduh hrs dihukum.

Tom Rusdi

Menurut saya tulisan abah hari ini terlalu remeh temeh. Ngapain ngurus orang selingkuh. Eh bukan selingkuh ya kan mereka sudah bercerai.

Bayangkan bagaiamana perasaan anak2 mereka kalo membaca disway.sdh ditayangkan di youtube disebarkan pula di disway.

Padahal belum tentu orang tua mereka benar2 menjalin asmara.

Johannes Kitono

Prihatin Karhutla.

Ini titipan komentar bro Usman LKT Bogor.

Setelah Karhutla Kalimantan "Rata Membara" dan Serawak ikut "menikmati" kabut Asap Kalimantan, Prabowo datang meninjau, katanya "Optimis" Karhutla bisa di atasi. Optimisme - Retorika yg Terlambat, seluruh Kalimantan sudah terlanjur menjadi "Foresta Inferno". Mau pakai Water Blooming pun ibarat mengencingi Api Unggun. Apakah export batu bara Kalimantan via satu pintu PT DSI, termasuk export Asap Kalimantan ?

Stay Healthy, Beautiful Sunday. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia 

Berkah Dalem

Leong Putu

Semoga sebelum bulan oktober sudah turun hujan lebaaaaaaaaat supaya 1 Oktober nanti kebakaran hutan sudah reda. Agar tidak ada kiriman asap Indonesia ke Malaysia dan Singapura, sbb di tanggal 2,3 dan 4 oktober ada gelaran F1 di Malaysia dan 9,10, 11 Oktober di Singapura. Jika tidak reda dan asap kiriman sampai di kedua negara tersebut maka negara kita akan semakin terkenal. 

Jangan sampai kedua event tersebut batal bukan karena perang Amis - Iran tapi karena asap kiriman dari Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 178

  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • dm ikan
    dm ikan
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Eksan Susanto
      Eksan Susanto
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Rizal Falih
    Rizal Falih
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
    • Rizal Falih
      Rizal Falih
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Nusantara Hijau
      Nusantara Hijau
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Edi Susanto
    Edi Susanto
    • Edi Susanto
      Edi Susanto
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
    • Edi Susanto
      Edi Susanto
  • Wilwa
    Wilwa
    • Tivibox
      Tivibox
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
    • Eksan Susanto
      Eksan Susanto
  • DeniK
    DeniK
  • Irary Sadar
    Irary Sadar
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Tivibox
    Tivibox
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Tivibox
      Tivibox
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Datuk Diraja Dimyani
      Datuk Diraja Dimyani
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • yea aina
      yea aina
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Tivibox
      Tivibox
    • istianatul muflihah
      istianatul muflihah
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Hariansyah Regae
    Hariansyah Regae
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • istianatul muflihah
      istianatul muflihah
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • istianatul muflihah
      istianatul muflihah
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Tivibox
    Tivibox
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Tivibox
      Tivibox
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Pembaca Disway
    Pembaca Disway
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Outnasus Farmer
    Outnasus Farmer
  • Muhammed Khurmen
    Muhammed Khurmen
  • Sugi
    Sugi
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • alasroban
    alasroban
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman