Geger Gowa

Geger Gowa

--

Drama besar pelengseran bupati terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan. Pekan lalu DPRD setempat secara bulat memakzulkan Bupati Sitti Husniah Talenrang. Saya sebut drama karena tiga unsur ada di dalamnya: kekuasaan, uang, dan seks.

Intinya: bupati dituduh berselingkuh dengan Basri Kajang, konsultan pemenangannya saat maju jadi calon bupati Gowa.

Ditambah tuduhan lain: pencabutan beasiswa S-3 seorang warga dan korupsi baju seragam siswa dengan anggaran Rp 15 miliar.

Yang dua terakhir tidak menonjol. Soal perselingkuhanlah yang paling dramatis. DPRD sampai membentuk pansus, panitia khusus, untuk menyelidiki perselingkuhan itu.

Banyak saksi dihadirkan di sidang-sidang Pansus. Mereka adalah para pejabat di bidang protokol di Pemkab Gowa. Merekalah yang tahu ke mana saja bupati Husniah, di hotel mana saja menginap, dan di mana pula Basri. Mereka yang memesan hotel, mengatur perjalanan, dan mendampingi bupati.

Sidang-sidang pansus itu terbuka. Direkam. Videonya diunggah ke YouTube. Diputar pula video adegan ketika yang disebut Basri bersama Husniah. Suami Husniah juga bersaksi di pansus. Semuanya diceritakan secara gamblang menurut versi saksi.

Saat menyaksikan video-video kesaksian itu saya sempat terkecoh. Saya pikir sang suami masih berstatus suami seperti dinarasikan. Ternyata, saat bersaksi itu statusnya sudah duda. Mereka sudah bercerai Juni lalu.

Sang duda mengaku tidak tahu kalau ada sidang-sidang perceraian di pengadilan. Tahu-tahu dapat kiriman surat putusan yang mengabulkan perceraian. Itu versi saksi.

Bupati sendiri akhirnya hadir di sidang babak akhir pleno DPRD. Acaranya sudah pada tingkat membahas laporan hasil pansus. Di situ bupati diminta pendapatnyi: menerima atau menolak putusan pansus yang menyatakan telah terjadi dugaan pelanggaran etika dan perbuatan tercela. Lalu Pansus Hak Angket DPRD Gowa merekomendasikan pemberhentian Husniah sebagai bupati Gowa lewat aturan hukum yang berlaku.

Dalam pidato tanggapan itu bupati Husniah tidak menyatakan menerima atau menolak. Dia lebih banyak mengkritik DPRD yang merusak martabat pribadinyi dan bukan kebijakannyi.

Di tengah pidato dia juga memutar rekaman suara anaknyi yang sedang kuliah di Semarang sebagai bukti betapa martabat pribadinyi telah dihancurkan.

DPRD Gowa akhirnya membuat keputusan memakzulkan bupati Husniah.

Tentu Husniah tidak otomatis berhenti sebagai bupati. Yang berhak memberhentikan adalah menteri dalam negeri. Itulah sebabnya DPRD hanya bisa mengusulkan pemakzulan itu ke Kementerian dalam negeri.

Setelah putusan itu tersiar luas di medsos ternyata muncul perlawanan hukum. Basri Kajang pergi ke Makassar untuk melaporkan pribadi-pribadi anggota pansus ke polisi di sana: pencemaran nama baik. Juga melaporkan saksi-saksi sebagai telah memberikan kesaksian palsu. Basri juga mempersoalkan sidang-sidang pansus: kenapa sidangnya terbuka dan hasilnya diunggah ke YouTube.

"Saya terpaksa datang ke Makassar untuk melaporkan mereka ke polisi," ujarnya. Laporan itu sudah ia masukkan ke Polda Sulsel. Rabu lalu. Basri didampingi pengacaranya: Jasri Jack. Juga ditemani sahabat karibnya: Zulfikar Yunus.

Ternyata sudah lama Basri lebih banyak tinggal di Balikpapan. Yakni sejak istrinya pindah ke Kaltim menjabat direktur pascasarjana di salah satu universitas swasta di Balikpapan. Di Balikpapan pula mereka bercerai. Dua tahun lalu. Kini tiga anak mereka ikut sang ibu.

Meski sudah bercerai, Basri, asal Sulsel, tetap tinggal di Balikpapan. Punya rumah sendiri. Rumahnya tidak jauh dari rumah mantan istrinya sehingga masih merasa dekat dengan tiga anaknya.

Ketika pansus bersidang dan videonya diunggah ke YouTube, anak-anak Basri sampai ada yang berhenti sekolah: tidak tahan malu di-bully teman-temannya.

"Laki-laki yang di video itu bukan bapakmu," ujar Basri kepada anaknya seperti dikutipkan ke saya. "Bapak tidak berselingkuh dengan Bu Bupati Gowa," ujar Basri.

Kenapa Basri tidak hadir saat persoalannya masih di pansus? Ia berpendapat pansus itu proses politik. Ia merasa tidak ada hubungan dengan persoalan politik.

Akhirnya Zulfikar –pernah berada di tim ahli militer Dr Salim Said– menjemput Basri ke Balikpapan. Zulfikar, budayawan dan penulis banyak buku, mengajak Basri pulang ke Makassar. Basri tinggal serumah dengan Zulfikar karena rumah Basri di sana sudah diberikan ke istri sebagai gono-gini. Lalu mengadu ke polisi.

Basri alumnus Universitas Negeri Makassar. Zulfikar alumnus UIN Makassar. Keduanya aktivis sejak mahasiswa.

Waktu Syahrul Yasin Limpo mencalonkan diri sebagai gubernur Sulsel, Basri Kajang sebagai konsultan politiknya. Waktu itu Basri masih tergabung dengan Lingkaran Survei Indonesia-nya Denny JA.

Setelah Limpo berhasil jadi gubernur, Basri memisahkan diri dari LSI. Ia berdiri sendiri sebagai konsultan politik independen. Basri banyak dipakai calon bupati dan wali kota. Sudah puluhan yang berhasil di pilkada.

Suatu saat Basri dihubungi Fadil Imran, seorang jenderal polisi. Adik sang jenderal, Sitti Husniah akan maju sebagai calon anggota DPRD Gowa. Basri diminta jadi konsultan politiknyi. Berhasil. Pun ketika Husniah akan mencalonkan diri sebagai bupati Gowa. Berhasil lagi.

Kini persoalan di Gowa sangat riuh. Perang YouTube luar biasa hebatnya. Sudah merembet ke persoalan pidana. Saling mengadukan.

Perdebatan juga sangat luas: ini urusan pribadi atau urusan publik. Ahli-ahli hukum di Universitas Hasanuddin Makassar punya pendapat masing-masing.

Basri sendiri akan tetap tinggal di Makassar sampai proses hukum yang ia adukan tuntas. "Anne mi Toto bura'neku. Saya akan jalani prosesnya," katanya.

Drama Gowa ini menjadi serial yang panjang. Itu bisa menjadi penambah kesibukan Anda di tengah drama kupas bawang. Kita perlu lebih banyak lagi drama agar lupa persoalan bangsa yang sebenarnya. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 22 Agustus 2026: Bintang Vela

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

VELA: JANGAN SAMPAI JADI BINTANG DI LANGIT SENDIRI.. Yang menarik dari Vela bukan sekadar delapan baling-balingnya. Juga bukan karena ia bisa terbang seperti helikopter, lalu melaju seperti pesawat. Yang lebih menarik adalah ceritanya. Vela lahir dari kemampuan anak bangsa. Desainnya dikerjakan di Indonesia. Komponen karbon kompositnya pun mulai bisa dipasok UMKM dalam negeri. Ini bukan sekadar membuat kendaraan. Ini membangun ekosistem. Tetapi justru di sinilah ujian sebenarnya. Teknologi boleh canggih. Motor boleh listrik. Baterai boleh makin murah. Namun kalau izinnya berbelit, ceritanya bisa lain. Kita punya pengalaman. Mobil listrik pernah ditanya soal uji emisi. Padahal yang keluar dari knalpotnya memang tidak ada. Karena knalpotnya juga tidak ada. Jangan sampai Vela mengalami nasib serupa. Jangan sampai teknologinya sudah terbang, tetapi izinnya masih berjalan kaki. Kalau tahun depan benar-benar terbang, saya berharap yang ikut naik bukan hanya Vela. Kepercayaan diri Indonesia juga ikut mengudara. Sebab teknologi seperti Vela bukan cuma soal transportasi. Ia soal keberanian sebuah bangsa membuat masa depannya sendiri.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

VELA: NANTI JANGAN CUMA BISA TERBANG, TAPI JUGA BISA DICARI.. Saya membayangkan masa depan transportasi kota. Pagi-pagi berangkat kerja. Bukan mencari mobil di garasi. Tetapi mencari Vela di parkiran udara. Macet di jalan? Lewat atas. Lampu merah? Tidak relevan. Jalan berlubang? Bukan urusan lagi. Yang bikin pusing mungkin justru tetangga. “Pak, Vela-nya jangan parkir di depan rumah saya. Menghalangi matahari.” Di situlah konsep Vela menjadi menarik. Ia bukan sekadar kendaraan terbang. Ia mencoba mengubah cara kita memandang transportasi perkotaan. Lepas landas vertikal. Setelah itu terbang horizontal. Secara teknis, ini masuk kategori VTOL. Kalau nanti harganya turun, bukan mustahil kendaraan seperti ini berkembang dari angkutan umum menjadi kendaraan pribadi. Bayangkan aplikasi parkir. Bukan lagi: “Slot mobil tersedia di lantai dua.” Melainkan: “Helipad rooftop tersedia. Jarak 300 meter. Harga Rp25 ribu per jam.” Masalah baru tentu muncul. Aturan lalu lintas udara. Sertifikasi. Infrastruktur. Dan yang paling penting: siapa yang mengajari orang parkir di udara? Sebab kalau mobil jatuh ke got, paling ban kempes. Kalau Vela salah parkir, bisa jadi satu kampung ikut mendongak.

Ima Lawaru

Adanya Vela sangat bagus untuk Indonesia memenuhi target ambulans terbang, dokter terbang, nakes terbang ke lokasi terpencil menemui pasien, karena beratnya medan jalan. Jadi prioritas jalan rusak tidak perlu diperbaiki. Karena nakesnya dengan bejubel peralatannya yg akan terbang menjemput bola.

riansyah harun

Helikopter yang menggunakan tenaga baterey dan bisa dipakai untuk mobilitas manusia yang di rancang oleh orang Indonesia itu sendiri, sungguh amat membanggakan, sebelum negara lain ikut meramaikannya. Semoga "tidak di ganggu" oleh setan setan nakal. Harap maklum saja, Pemilik Alam Semesta saja, tidak lagi ditakuti. Biarkan helikopter itu berkembang dengan baik. Siapa tahu, bisa menjadi kebanggan Indonesia. Dari pada bangga karena mengupas bawang.

Sony Hariyanto

Vela akan menjadi raja di rumahnya sendiri dan akan menguasai udara karena lahir di waktu yg tepat Tapi saya, lahirnya di tempat yang salah ... Semoga di Vela baik baik saja

Taufik Hidayat

Wah menarik arkalı artikel abah kalibibi karena membahas Vela .. Karena saya juga Pernah berkecimpung di Dunia aviasi dan juga cari duit di IPTN/ Nurtanio yang kemudian hadi PT DI, jadi ingin juga komen . pesawat yang vida take off fan landing vertikal seperti helikopter tetapi terbang nya lurus seperti pesawat nama tesminya adalah VTOL alias Vertical Take-off and Landinv. Dan Karena vela ini pakai batere makan hadi eVTOL. Tapi bikin pesawat yang kemudian mengangkut penunpang apalagi komerisal tentu banyak aturan. vela ini Yang dipanerkan biasanya masih prototipe nya seperti dili CN250 .. Haris ujibterbang dulu agar mendapat Type Certifícate sesuai CASR. Kemungkinan Part 21? Pabrik nya juga harus punta DOA (design organización Approvañ) . Kalau Mau dijual internasional biasanya juga haris dapat aprobar darı FAA.. dan masih banyak lagi prosedurnya. Señora bisa sukses dan kemudian hadi taksi terbang ….

Tivibox

Vela VELocity = kecepatan bergerak suatu benda Altitude = jarak ketinggian dari permukaan laut Vela = alat transportasi yang bergerak di udara dengan kecepatan tertentu. Solusi transport anti macet di masa depan.

MULYADI PEGE

Alhamdulillah, bulu kuduk saya sampai berdiri, karena kabar ini sangat membanggakan buat saya, . Mudah2an juga buat indonesia. Akhirnya, jika lima tahun lagi saya punya cucu, saya bisa menggendongnya sambil menunjukkan VELA yg melintas di atas rumah saya.

WASITH channel

Habibie muda tahun 70-an sudah jadi teknokrat bidang pesawat terbang. Beliau mengajukan satu pemikiran brilian pada Presiden Soeharto, bahwa Indonesia adalah negara kepulauan maka sangat dibutuhkan 'jembatan' untuk menghubungkan antar pulau, antar Nusa sehingga persatuan dan keadilan sosial lebih mudah diwujudkan. Maka Pesawat dan Kapal adalah 'jembatan' yang harus dimiliki, dan lahirlah IPTN untuk industri pesawat dan PAL untuk industri Kapal laut. Orang cerdas memang visioner, mampu memprediksi apa yang paling penting dan dibutuhkan bahkan jauuuh di masa depan. Saya para politisi dan pengambil keputusan di birokrasi kebanyakan belum pintar. Terbukti, ide elektrifikasi mobil dan motor listrik Abah DI sewaktu jadi 'sesuatu' duluu hasilnya layu dan gugur sebelum berkembang.. duh ironis.

Juve Zhang

Sebagai penumpang pesawat Cassa Nurtanio 212 saya sangat gembira itu pertama kali naik pesawat....wow... pesawat kecil keren...bagaikan capung mungil...sebuah mahakarya pak Habibie dan Cassa...kelak lahir yg lebih gede dan lebih bagus CN 235.. ...sayang secara ekonomi kurang bagus boros Avtur karena roda tidak dilipat masuk ke bodi tapi roda tetap menggantung di udara ....ini membuat hambatan udara dan boros Avtur....tapi sangat cocok buat militer survey tapi gak cocok buat komersial umum ....sampai sekarang banyak digunakan untuk survey lapangan dan militer....

Ahmad 9389

Semoga perijinannya lulus dan laku seperti kacang goreng. Syukur-syukur, kelak nanti saya dapat rejeki dengan membelinya secara cash. Eh, tapi bagaimana dengan parkir, mengurus SIM dan nyetirnya ya ?

Aviv Setiawan

Jadi bintang asal jangan lewat Magetan

Irary Sadar

Ujicoba taksi terbang juga akan dilaksanakan pada rute Batam Singapura -yang direncanakan- akhir 2026 ini. Operator kapal cepat lokal yakni Batam Fast Ferry akan mengoperasikan eVTOL ini dari pelabuhan Batam Center ke Tanah Merah Ferry Terminal di Singapura. Sejatinya eVTOL bukanlah asing saat ini. Jika berhasil nantinya eVTOL Batam - Singapura ini, akan mengangkut 8 penumpang dengan waktu tempuh hanya 25 menit saja. Bayangkan waktu yang dipangkas dengan ferry bisa memakan waktu 60 menit. Semoga VELA juga bisa mengisi rute Batam - Singapura nantinya. Anda sudah tahu, jatuhnya nilai Rupiah terhadap Dollar menjadikan Batam sebagai tempat incaran warga Singapura dan Malaysia untuk berbelanja, karena murahnya berbelanja disini. Hingga ada meme yang menjadikan Rupiah sebagai toilet paper, saking murahnya. Amsionglah..

Liáng - βιολί ζήτα

Kalau Abah DI sedang berkunjung ke Inggris, ada baiknya mampir ke Air-One yaitu bandara khusus (pertama di dunia) hanya untuk drone dan electric vertical take-off and landing aircraft (eVTOL), lokasi di Coventry. Di sana Abah dapat melihat (mengamati) berbagai drone dan electric vertical take-off and landing aircraft (eVTOL), produksi berbagai negara yang dioperasikan di sana. Dan..... itu sangat baik untuk mengetahui sudah seberapa jauh mereka melangkah dalam hal pengembangan kedua jenis moda transportasi terbaru tersebut, untuk memacu pengembangan di sini dan bersaing di level internasional. Kalau tidak salah castfoundation.id pernah menurunkan tulisan mengenai bandara Air-One ini, beberapa tahun yang lalu. CAST Foundation (CAST : Culture, Arts, Science, and Technology) didirikan oleh Pak Ilham Habibie.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

HELICOPTER DENGAN BANYAK MOTOR YANG SAAT INI SUDAH ADA.. Ternyata Vela bukan sendirian. Konsep pesawat dengan banyak motor dan rotor sudah lama dicoba. 1) Yang paling terkenal adalah Volocopter VoloCity dari Jerman. Menggunakan 18 rotor dan 18 motor listrik. Dua kursi. Dirancang sebagai taksi udara kota. Sudah diuji lebih dari 2.000 kali, antara lain di Hamburg, Dubai, Helsinki, dan Singapura. Namun sampai sekarang masih menuju sertifikasi tipe EASA. 2) Ada pula EHang EH216-S dari Tiongkok. Ini lebih maju. Dua penumpang, tanpa pilot, 16 motor dan rotor. Sudah memperoleh Type Certificate dan Standard Airworthiness Certificate dari CAAC pada 2023. Dipakai untuk demonstrasi wisata udara dan transportasi jarak pendek. Dijual. Harga resminya RMB2,39 juta di Tiongkok, atau sekitar US336ribu.UntukpasarluarTiongkokUS410 ribu. ### VELA. Vela punya filosofi yang mirip: Listrik, VTOL, banyak motor, dan redundansi. Bedanya tentu pada desain, kapasitas, jarak terbang, sertifikasi, dan target pasarnya. Jadi, taksi terbang itu bukan lagi dongeng. Tinggal menunggu langitnya. Dan sertifikatnya. Yang terakhir biasanya lebih sulit daripada yang pertama.

Juve Zhang

Sayembara menunjukkan ijazah SMA sudah tembus angka 2 milyar Rupiah......sebuah angka fantastis....

Wilwa

Tiongkok sedang ngebut bikin segala macam kendaraan listrik di darat, laut, udara, sedangkan kita sedang ngebut dalam korupsi. Itu satire nya. Hhhhhhh

Leong Putu

Panitia gathering harus ajak para perusuh untuk saksikan carnaval soundhoreg. Bulan agustus ini daerah pacet mojokerto biasae banyak carnaval yang menampilkan soundhoreg.

Muh Nursalim

Waduh. Belum2 abah virakan. Bisa senasib dg tucuki nanti. Di bela belain nabrak lereng gunung lawu tetep ndak keluar juga produk massalnya. Tapi memang Indonesia tu gitu kok. Karya putra bangsa terbaik tetep jelek d mata politisi pecundang

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 97

  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • heru santoso
    heru santoso
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • DeniK
    DeniK
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
    • DeniK
      DeniK
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Tom Rusdi
    Tom Rusdi
    • DeniK
      DeniK
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Eka Handoko
    Eka Handoko
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Sulaspin
    Sulaspin
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Ahmad 9389
    Ahmad 9389
  • Eka Handoko
    Eka Handoko
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • hoki wjy
    hoki wjy
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
  • Sri Wasono Widodo
    Sri Wasono Widodo
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • Tivibox
    Tivibox
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Yugi Porkdelicious
    Yugi Porkdelicious
  • Yugi Porkdelicious
    Yugi Porkdelicious
  • Yugi Porkdelicious
    Yugi Porkdelicious
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • alasroban
    alasroban
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Heiruddin Arafah
    Heiruddin Arafah
  • Heiruddin Arafah
    Heiruddin Arafah
  • Sony Hariyanto
    Sony Hariyanto
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • siti asiyah
    siti asiyah
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • alasroban
    alasroban
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Sugi
    Sugi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • riansyah harun
    riansyah harun
  • Wilwa
    Wilwa
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Nusantara Hijau
    Nusantara Hijau
  • Jhel_ng
    Jhel_ng
    • Jhel_ng
      Jhel_ng
    • Jhel_ng
      Jhel_ng
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • Ima Lawaru
    Ima Lawaru
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Ima Lawaru
      Ima Lawaru
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN