SP Patra Logistik juga menyatakan kesiapan pekerja untuk terlibat dalam proses transformasi BUMN. Serikat pekerja tidak hanya dipandang sebagai pihak yang mengawal kepentingan tenaga kerja, tetapi juga dapat berperan sebagai mitra strategis perusahaan.
Peran tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Bagi SP Patra Logistik, efisiensi dan penguasaan negara bukanlah dua kepentingan yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan selama proses streamlining dilakukan berdasarkan kajian bisnis, kepentingan nasional, serta kebutuhan ketahanan energi.
SP Patra Logistik berharap penyederhanaan struktur BUMN nantinya mampu menghasilkan perusahaan yang lebih lincah, profesional, transparan, dan kompetitif tanpa mengurangi fungsi strategis yang dimilikinya.
“Prinsipnya sederhana: BUMN harus semakin efisien, tetapi negara tidak boleh kehilangan kendali atas penyaluran BBM. Efisiensi harus memperkuat ketahanan energi nasional, bukan justru melemahkannya,” pungkas Nanda