JAKARTA, DISWAY.ID - PT Bayer Indonesia mendapat kunjungan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan, bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste.
Kunjungan tersebut berlangsung di fasilitas manufaktur healthcare PT Bayer Indonesia di Cimanggis dan menjadi bagian dari agenda delegasi Jerman dalam memperkuat hubungan strategis dengan Indonesia, khususnya terkait transisi energi serta kerja sama sektor swasta.
Fasilitas Bayer di Cimanggis menjadi salah satu contoh konkret kolaborasi Indonesia dan Jerman dalam mendukung sejumlah agenda pembangunan nasional. Selain memperkuat industri kesehatan, fasilitas tersebut juga menjalankan upaya dekarbonisasi melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Sebagai salah satu fasilitas manufaktur healthcare strategis Bayer secara global, pabrik Cimanggis tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, tetapi juga mengekspor produknya ke lebih dari 42 negara.
Menteri Jerman Soroti Investasi Berkelanjutan
Dalam kunjungannya, Reem Alabali Radovan menilai fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan dan inovasi dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak.
Menurutnya, kerja sama tersebut mencakup pengembangan energi terbarukan, penguatan industri lokal, hingga peningkatan kemampuan manufaktur produk kesehatan.
“Jerman dan Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan dan inovasi dapat memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujar Reem.
Ia menambahkan, berbagai upaya tersebut dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan jangka panjang.
Pemerintah Jerman, lanjutnya, juga berupaya membangun jembatan dengan negara-negara mitra melalui kebijakan pembangunan serta mendorong terbentuknya kemitraan baru yang melibatkan perusahaan-perusahaan Jerman.
Wamenkes Tekankan Pentingnya Pasokan MMS
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menilai keberadaan Bayer di Indonesia menjadi salah satu contoh kemitraan jangka panjang antara pemerintah dan sektor industri.
Kerja sama tersebut dinilai dapat mendukung prioritas kesehatan nasional, terutama dalam pemenuhan kebutuhan ibu hamil.
“Saya percaya bahwa kehadiran Bayer di Indonesia adalah contoh nyata dari kemitraan jangka panjang yang kokoh antara pemerintah dan sektor industri, yang secara langsung mampu mendorong prioritas kesehatan nasional kita,” kata Dante.
Ia menyebut Kementerian Kesehatan menargetkan dapat menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahun melalui program nasional.
Untuk mencapai target tersebut, Dante menilai diperlukan pasokan Multiple Micronutrient Supplements (MMS) yang berkualitas, andal, dan konsisten.
Bayer Perkuat Manufaktur Produk Kesehatan di Indonesia
Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis, Priscilla Silvan Praritza, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum yang mencerminkan komitmen jangka panjang Bayer Indonesia dalam mendukung pembangunan nasional.