Tak Main-Main, Perbasi Sanksi Skorsing 10 Tahun kepada Seorang Pelatih

Rabu 02-09-2026,10:57 WIB
Reporter : Dimas Rafi
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID-- DPP Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) menjatuhkan sanksi skorsing 10 tahun kepada seorang oknum pelatih di Jawa Tengah yang diduga melakukan kekerasan terhadap sejumlah pemain. Keputusan diambil berdasarkan hasil investigasi DPD Perbasi Provinsi Jawa Tengah.

Investigasi tertuang dalam Surat DPD Perbasi Jateng Nomor 232/PERBASI-JATENG/VIII/2026 tanggal 9 Agustus 2026 tentang Laporan Investigasi Kasus Pelanggaran Etik. Dugaan pelanggaran meliputi kekerasan verbal berupa hinaan dan makian, penyalahgunaan kekuasaan termasuk ancaman pencabutan beasiswa, hukuman di luar kepentingan tim, minimnya kehadiran melatih tim putri, serta tindakan fisik seperti memukul, menendang, dan meludahi pemain saat pertandingan atau briefing.

Laporan juga menyebut adanya perintah yang menyentuh kehidupan pribadi pemain, intimidasi, dan penggeledahan barang pribadi tanpa persetujuan.


poster perbasi-perbasi-

BACA JUGA:Fantastis! Ini 5 Transfer Termahal Liga Inggris 2026/2027, Enzo Fernandez Tembus Rp3,5 Triliun

Ketua Badan Legal, Etik, dan Disiplin DPP Perbasi Fritz Siregar menyatakan sanksi dijatuhkan sesuai Pasal 43 Anggaran Dasar Perbasi. Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polrestabes Semarang dengan nomor LP/B/237/VII/2026.

Keputusan tertuang dalam surat DPP Perbasi tanggal 31 Agustus 2026. Apabila yang bersangkutan dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, lisensi kepelatihannya akan dicabut.

Ketua Umum DPP Perbasi G. Budisatrio Djiwandono menegaskan kekerasan tidak boleh menjadi bagian dari pembinaan atlet. Ia menginstruksikan seluruh pengurus Perbasi di Indonesia untuk aktif merespons dan mengusut tuntas setiap laporan kekerasan.

Kategori :