Menuju Indonesia Emas 2045, Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan melalui STEM

Kamis 03-09-2026,10:58 WIB
Reporter : Doddy Suryawan
Editor : Subroto Dwi Nugroho

KUDUS, DISWAY.ID - Pembelajaran Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) mulai diarahkan menjadi salah satu pengungkit pemerataan mutu pendidikan sekaligus strategi menyiapkan talenta Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melihat pembelajaran STEM memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.

Pendekatan ini juga memungkinkan materi pembelajaran dikaitkan dengan persoalan dunia nyata dan isu lokal.

BACA JUGA:Gus Ipul Tekankan 3 Tugas Kepala Sekolah Rakyat: Pengawasan, Kepatuhan dan Kolaborasi

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd mengatakan implementasi STEM perlu disesuaikan dengan kondisi setiap satuan pendidikan agar dapat diterapkan secara luas.

“Pembelajaran STEM harus mampu menjawab kebutuhan peserta didik sekaligus beradaptasi dengan sumber daya yang tersedia di masing-masing daerah,” ujar  Prof  Nunuk, disela-sela peluncuran  Program STEM Nasional, di Kudus, Kamis 3 September  2026.

Ditjen GTK mencatat pengembangan STEM diarahkan untuk menyiapkan talenta di bidang sains, teknologi, dan kewirausahaan berbasis inovasi.

Pendekatan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan mutu antarsatuan pendidikan dan antardaerah.

BACA JUGA:Kerusuhan Demo di Pejompongan, BIN: Informasi Intelijen Sudah Kami Sampaikan ke Aparat


Penguatan STEM dilakukan melalui pelatihan guru, penyusunan modul dan panduan pembelajaran, pengembangan bahan ajar, hingga kurasi praktik inspiratif.

Kemendikdasmen juga memberikan bantuan kepada 50 sekolah dasar untuk mengembangkan Ruang Karya berbasis pembelajaran STEM.

Pada 2026, program pelatihan memasuki tahapan implementasi yang berlangsung bertahap.

Setelah analisis calon peserta dan pengembangan sistem pembelajaran pada Januari-Juli, program berlanjut dengan penentuan sekolah implementasi, pembekalan admin, serta bimbingan teknis pada Agustus-September.

Selanjutnya, September-Desember diarahkan untuk penguatan fasilitator daerah, On the Job Learning, refleksi, evaluasi, dan diseminasi.

BACA JUGA:Karhutla Kepung Kalimantan, DPR Dorong PJJ: Kesehatan Siswa dan Guru Jadi Prioritas

Kategori :