JAKARTA, DISWAY.ID-- Shin Tae-yong akan kembali ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu, 12 September 2026. Namun kali ini bukan bersama Timnas Indonesia, melainkan bersama Persija Jakarta.
“Kalau bersama Tim Nasional, saya sudah sering bermain di GBK, jadi sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Sekarang saya membawa Persija Jakarta dan untuk pertama kalinya bermain di GBK bersama Persija,” ujar STY di Sawangan, Selasa (8/9/2026).
Pelatih berusia 55 tahun itu mengaku senang bisa kembali merasakan kehangatan pendukung sepak bola tanah air.
BACA JUGA:Reaksi Penting Shin Tae-yong Soal Venue El Clasico di SUGBK yang Masih Mengambang
“Tentu, perasaannya sangat luar biasa dan saya sangat senang (kembali),” tambahnya.
Debut STY di GBK bersama Macan Kemayoran langsung disambut laga bergengsi. Persija akan menjamu Persib Bandung pada pekan kedua Super League. Pertandingan ini sekaligus menjadi pertemuan ke-170 antara kedua klub di berbagai kompetisi, serta penantian tujuh tahun bagi The Jakmania untuk kembali menyaksikan El Clasico di Jakarta.
STY yakin pendukung Persija akan datang dalam jumlah besar.
“Saya yakin, Jakmania akan datang dalam jumlah besar untuk memberikan dukungan,” katanya.
Namun, kepastian digelarnya pertandingan di SUGBK masih belum final. Sebelumnya, Presiden Direktur Liga Ferry Paulus menyatakan bahwa izin dari pengelola GBK dan Mabes Polri sudah diperoleh.
“Ya, Mabes Polri meyakini bahwa jadwal yang sudah disampaikan adalah jadwal yang tentunya akan bisa di-delivery,” ujar Ferry pada 1 September lalu.
BACA JUGA:Persija Siapkan 60.000 Tiket untuk Laga El Clasico Lawan Persib di SUGBK
Sementara itu, Ketua Panpel Persija Albin Laurent menjelaskan bahwa hingga Senin (7/9/2026), pihaknya belum menerima surat izin resmi dari Polda Metro Jaya.
“Kalau untuk pertandingan Persija-Persib tanggal 12, secara kepanpelan kami siap melaksanakan di Jakarta (SUGBK). Tapi kami harus menunggu surat izin kepolisian dari Polda Metro Jaya,” kata Albin.
Ia menambahkan, meskipun izin prinsip dari Mabes Polri sudah keluar secara lisan, keputusan akhir untuk wilayah Jakarta tetap berada di tangan Polda Metro Jaya. Hingga update terakhir, Polda masih mengadakan rapat terkait keputusan tersebut.