JAKARTA, DISWAY.ID-- Memasuki paruh kedua tahun 2026, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM telah sukses mencatatkan kinerja gemilang dengan pembukuan laba sebesar Rp 62,714 triliun per 31 Agustus 2026, ditengah-tengah ketidakpastian perdagangan emas di Indonesia.
Hal tersebut sendiri diumumkan secara perdana oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Arini Kasmira, dalam Public Expose Live 2025 yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada (10/09).
BACA JUGA:Harga Emas Antam Naik Rp 15.000 per Gram, Kini Rp 2,625 Juta
Dalam penuturannya, dirinya menyampaikan bahwa Antam terus bergerak dengan mengedepankan tata kelola uang penuh dengan integritas.
"Dengan komunitas strategis dan disiplin finansial, Antam terus bergerak dengan pengelolaan resiko yang kuat, serta alokasi modal yang terukur untuk menjaga ketahanan, serta menciptakan nilai jangka panjang," tutur Arini kepada media, pada Kamis (10/09).
Melanjutkan, Arini juga turut menambahkan bahwa hingga akhir periode Semester - I Tahun 2026, Antam juga telah berhasil mencatatkan angka penjualan emas hingga sebesar Rp 50,39 triliun, serta disusul dengan peningkatan laba bersih dari posisi Rp 5,14 triliun, menjadi Rp 6,91 triliun.
"Secara keseluruhan, peningkatan volume penjualan dalam kebaikan harga jual ini menunjukkan kinerja komersial yang tetap solid, didukung oleh akses ke pasar ekspor," pungkas Arini.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Head of Investor Relations Antam Ihsan Rahman turut menambahkan bahwa terkini, Antam juga akan terus mendorong pemaksimalan kapasitas produksi, melalui sinergi antar unit bisnis.
Dalam hal ini, dirinya memaparkan bahwa Antam juga akan berupaya mengembangkan fasilitas manufaktur logam mulia, untuk memperkuat kapasitas koneksi dan memperluas jangkauan pasar.
Menurutnya, fasilitas ini sendiri masih berada dalam tahap konstruksi, dan ditargetkan rampung pada tahun 2028.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Kembali Melemah, Turun Rp17.000 per Gram
"Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas sekitar 30 ton emas per tahun, atau hingga 5 juta keping produk," tutur Rahman.
"Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Antar dalam memenuhi permintaan pasar domestik," tutupnya.