GRESIK, DISWAY.ID - Jembatan Manyar No. 10 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, resmi dibuka untuk lalu lintas sejak 3 September 2026.
Jembatan tersebut dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.
Pembangunan jembatan baru itu dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga konektivitas di salah satu jalur strategis Jawa Timur.
BACA JUGA:Kemkomdigi Siapkan Denda 6 Persen Pendapatan Global untuk Platform Digital yang Langgar Aturan Anak
Jembatan baru tersebut menggantikan jembatan lama yang kondisi strukturnya telah menurun.
Kondisi itu dinilai berpotensi memengaruhi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, konektivitas jalan dan jembatan merupakan infrastruktur vital yang harus selalu dalam kondisi andal dan aman bagi masyarakat.
"Konektivitas jalan dan jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah," kata Menteri Dody, Senin, 14 September 2026.
Dody bilang, Jembatan Manyar No. 10 dibangun dengan panjang bentang 80 meter.
BACA JUGA:Bansos Salah Sasaran Mau Diberantas, Kemensos Libatkan Warga Cek Tetangga
"Pekerjaan mencakup pembangunan pondasi menggunakan spunpile 600, bangunan bawah berupa abutment, bangunan atas (rangka baja A80), serta perkerasan jalan dengan flexible pavement," tuturnya.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan baru tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas jalan nasional sekaligus memperlancar arus kendaraan menuju maupun dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE.
Infrastruktur ini juga berperan dalam mendukung kelancaran jalur distribusi logistik di Jalan Lintas Utara (Pantura) Jawa Timur.
Posisi Gresik sebagai salah satu kawasan industri membuat ruas itu, kata Dody, memiliki intensitas lalu lintas yang tinggi, terutama kendaraan berat dan truk pengangkut barang.
Kondisi itu sebelumnya kerap memicu kemacetan, khususnya ketika terjadi gangguan kendaraan di atas jembatan.