JAKARTA, DISWAY.ID-- Hingga saat ini, perubahan desil dan ketepatan sasaran bansos yang diterapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) masih kian menuai polemik dari muka publik.
Bukan tanpa alasan. Hambatan data yang kian ditemui usai kebijakan ini resmi diterapkan kerap kali menghalangi masyarakat penerima bansos untuk mendapatkan bantuan sosial melalui sistem digital dengan menyertakan data pendukung yang dibutuhkan.
BACA JUGA:Wuling Bersama PT Kumala Cemerlang Abadi Resmikan Diler Wuling Kumala Sanur
Dalam menanggapi kondisi tersebut, Founder Center of Economics and Law Studies (Celios) Media Askar Wahyudi turut mengingatkan bahwa kesalahan data dalam program perlindungan sosial memiliki konsekuensi langsung bagi masyarakat.
“Data itu punya rasa, angka itu ada nyawanya,” ucap Media, pada Rabu (16/09).
Menurutnya, perhatian perlu diberikan terhadap exclusion error agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan akses terhadap bantuan.
BACA JUGA:Remaja Meksiko Disebut Mirip Lamine Yamal, Manchester United dan Barcelona Rebutan Gilberto Mora
Selain itu, dirinya juga mendorong pengembangan metode yang dapat menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih utuh.
“Masyarakat mungkin tidak membutuhkan penjelasan tentang Proxy Means Test. Masyarakat hanya ingin agar data yang ada sesuai dengan realitas yang mereka hadapi,” tegas Media.
Dalam menanggapi kondisi tersebut Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Kemensos Andy Kurniawan menegaskan pemerintah terbuka terhadap masukan dan mengakui masih terdapat ruang perbaikan.
BACA JUGA:Butuh Rp2,7 Triliun, Pramono Buka Opsi Proyek LRT Manggarai-Dukuh Atas Dibiayai Danantara
“Kita harus jujur bahwa sekarang masih ada kelemahan dan kita harus terus memperbaikinya,” ucap Andy.
Dalam hal ini, dirinya mengibaratkan pembenahan DTSEN seperti memperbaiki jalan berlubang.
Menurutnya, proses tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan sementara, tetapi diperlukan agar kondisi menjadi lebih baik.
“Hari ini kita sedang ‘macet’ dalam rangka memperbaiki jalan. Hari ini kita sedang memperbaiki DTSEN,” katanya.