JAKARTA, DISWAY.ID - Pengembangan olahraga nasional tidak hanya menjadi bagian dari upaya peningkatan prestasi dan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan dampak positif terhadap perekonomian melalui penguatan industri olahraga, penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga, serta pengembangan potensi ekonomi daerah.
Dalam konteks tersebut, penguatan tata kelola dan ekosistem olahraga menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong olahraga sebagai sektor yang produktif dan bernilai tambah.
Dalam acara Pelantikan Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sebagai Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Komunikasi Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia di Kantor Pusat KONI, Rabu, 16 September 2026, ditekankan perlunya memperkuat organisasi dan pembinaan olahraga kickboxing di Indonesia, sekaligus membuka ruang sinergi yang lebih luas antara pengembangan olahraga, pembangunan sumber daya manusia, dan optimalisasi potensi ekonomi daerah.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Sebut Investasi Besar Segera Masuk Indonesia, Nilainya Bikin Penasaran
“Olahraga memiliki dimensi yang lebih luas, di dalamnya terdapat pembentukan karakter, pengembangan talenta, penciptaan aktivitas ekonomi, serta potensi untuk mengangkat nama dan keunggulan daerah. Karena itu, pengembangan ekosistem olahraga perlu dilakukan secara terintegrasi,” ujar Staf Ahli Haryo.
Kickboxing merupakan salah satu cabang olahraga yang terus berkembang di Indonesia dan memiliki potensi yang signifikan.
Pada SEA Games 2025 di Thailand, kontingen kickboxing Indonesia berhasil meraih satu medali emas, satu medali perak, dan empat medali perunggu, sementara pada Kejuaraan Nasional Senior dan Kejuaraan Terbuka Junior Kickboxing 2025, lebih dari 250 atlet dari 19 provinsi turut berpartisipasi.
Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya basis pembinaan kickboxing di berbagai daerah, yang berpotensi mendorong aktivitas ekonomi melalui penyelenggaraan kompetisi dan kegiatan olahraga yang melibatkan sektor akomodasi, transportasi, kuliner, perlengkapan olahraga, jasa penyelenggaraan kegiatan, hingga UMKM daerah.
BACA JUGA:Prabowo Buka-bukaan Soal Anggaran Pertahanan, Dibawah 2 Persen PDB dan Terendah di ASEAN
Penguatan ekosistem tersebut sejalan dengan perhatian Pemerintah terhadap pengembangan industri olahraga sebagai salah satu sektor yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Industri olahraga tidak hanya mencakup penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga berbagai aktivitas pendukung seperti perlengkapan dan pakaian olahraga, sponsorship, penyiaran, serta aktivitas komersial lainnya.
Dari perspektif pembangunan daerah, penyelenggaraan kegiatan olahraga juga dapat menjadi instrumen untuk memperkenalkan potensi wilayah dan mendorong pergerakan ekonomi lokal.
“Ke depan, kita perlu melihat bagaimana olahraga dapat tumbuh bersama dengan ekosistem ekonomi di daerah. Event olahraga dapat menjadi ruang bagi atlet untuk berprestasi, masyarakat untuk berpartisipasi, dan pelaku usaha daerah untuk berkembang. Dengan kolaborasi yang baik, olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Staf Ahli Haryo.
BACA JUGA:Gerindra Sepakat Threshold Parlemen 5 Persen, Pembahasan RUU Pemilu Berlanjut
Selain aspek ekonomi, pengembangan olahraga juga memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, disiplin, dan berdaya saing.