Teks Khutbah Jumat 18 September 2026 NU: Bencana, Ujian Ataukah Azab?

Kamis 17-09-2026,17:00 WIB
Teks Khutbah Jumat 18 September 2026 NU: Bencana, Ujian Ataukah Azab?

Teks khutbah Jumat, 18 September 2026 dari Nadhlatul Ulama (NU) tentang bencana bisa menjadi referensi khatib.---uinjkt

JAKARTA, DISWAY.ID - Teks khutbah Jumat, 18 September 2026 dari Nadhlatul Ulama (NU) tentang bencana bisa menjadi referensi khatib.

Teks khutbah menjadi salah satu informasi yang paling banyak dicari menjelang pelaksanaan sholat Jumat.

Salah satu materi teks khutbah Jumat, 18 September 2026 yang bisa digunakan oleh khatib dari NU bertema tentang "Bencana, ujian ataukah Azab?".

BACA JUGA:Teks Khutbah Jumat 10 September 2026 NU, Ketika Bencana sebagai Alarm Peringatan dari Alam

Khutbah merupakan salah satu rangkaian dalam pelaksanaan sholat Jumat yang bertujuan untuk menyampaikan pesan berisi nasihat dan ajaran.

Dalam pelaksanaannya, khutbah bukan hanya sekadar ceramah biasa, tetapi sebagai rukun yang menentukan keabsahan sholat Jumat secara keseluruhan.

Jika khutbah tidak sah atau tidak memenuhi syarat, maka sholat Jumat yang dikerjakan tidak sah atau tidak memenuhi syarat, maka sholat Jumat yang dikerjakan tidak sah atau harus diganti dengan sholat Dzuhur.

Teks Khutbah Jumat 18 September 2026

Indonesia sendiri tengah dilanda bencana, mulai dari banjir di Aceh-Sumatera, gempa di NTT, kebakaran hutan dan lahan, hingga erupsi di beberapa gunung berapi di Indonesia.

BACA JUGA:Contoh Teks Khutbah Jumat 4 September 2026 NU, Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah

Sebagian orang menganggap bencana sebagai azab, namun yang lainnya menilai sebagai ujian.

Di titik ini perlu dijelaskan bahwa agar umat muslim tidak gampang menuduh bencana yang menimpa orang lain sebagai azab, juga tidak kelewat percaya diri bahwa bencana yang menimpa dirinya sebagai ujian.

Dikutip dari NU Online, berikut teks khutbah Jumat, 18 September 2026 tentang bencana, ujian ataukah azab?

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ (الزمر: ١٠)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: