JAKARTA, DISWAY.ID-- Dengan meningkatnya populasi menua (ageing) di Indonesia, kesiapan menghadapi transisi demografi menuju populasi menua menjadi sorotan banyak pihak, termasuk PT Bank DBS Indonesia.
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika menekankan bahwa ageing society telah menjadi isu penting, mengingat implikasinya bagi seluruh generasi.
“Kebutuhan dukungan terhadap populasi lansia akan turut meningkat dan memperbesar tekanan bagi generasi produksi saat ini dan di masa depan,” ucap Mona kepada media di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
BACA JUGA:Mengunjungi Dealer 3S OMOWAY: Test Ride unit OMO-X, Ada Tiga Fitur Canggih yang Wajib Dicoba
Oleh karena itu, Mona menambahkan, kesiapan menghadapi kebutuhan populasi menua perlu dipersiapkan sejak dini. DBS berkomitmen mendukung kesiapan masyarakat rentan agar lebih tangguh secara sosial dan finansial.
Beberapa di antaranya melalui peningkatan akses pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, literasi dan inklusi keuangan, hingga persiapan pensiun.
“Kami ingin setiap orang dapat menjalani proses menua dengan sehat, produktif, sejahtera, dan mandiri,” tegas Mona.
Hal serupa juga diutarakan artis dan entrepreneur Cinta Laura Kiehl. Ia menilai kesiapan masa depan sebagai bagian dari keputusan yang dapat dibangun sejak usia produktif.
Langkah tersebut dapat dilakukan dengan hal-hal kecil seperti membangun kebiasaan sehat, mengembangkan diri, dan mulai memikirkan kebutuhan finansial sejak dini.
“Kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan mengembangkan kapasitas diri belum dimiliki semua orang,” ucap Cinta.
BACA JUGA:Lirik Lagu Island Girl - no na Lengkap Makna dan Terjemahan, Kisah Cinta yang Tak Sederhana
“Karena itu, Cinta Laura Foundation mendukung mahasiswa menyelesaikan pendidikan sekaligus mengembangkan leadership, communication, financial literacy, problem solving, dan career readiness agar mereka lebih siap membangun masa depan yang mereka inginkan,” tambahnya.
Sementara itu, Indonesia saat ini masih memiliki bonus demografi dengan 69 persen populasi di usia produktif (15-65 tahun) pada 2025. Namun, jendela kesuksesan semakin menyempit dengan semakin berkurangnya persentase populasi produktif, menurunnya fertilitas, dan meningkatnya harapan hidup.
Kondisi ini membentuk keluarga yang semakin kecil dan tingginya ketergantungan lansia pada anggota keluarga yang bekerja. Oleh karena itu, investasi pada generasi produktif menjadi krusial saat ini demi meningkatkan kualitas hidup di masa depan.