JAKARTA, DISWAY.ID-- Menyusul pelemahan nilai tukar rupiah pada Senin (21/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan dengan terpuruk tajam sebanyak 56,43 poin atau 0,88 persen ke level 6.384,73.
Di sisi lain, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga melemah sebanyak 5,96 poin atau 0,93 persen ke level 634,29.
Dalam data yang dirilis BRI Danareksa Sekuritas, sentimen risk-off masih dipengaruhi harga minyak sekitar USD 100 per barel dan UST 10Y yang bertahan dekat 5 persen pasca hawkish The Fed.
BACA JUGA:Tabel Angsuran KUR BCA 2026 Pinjaman Rp500 Juta, Cicilan 1-5 Tahun untuk Modal UMKM
“IHSG berpotensi menguji support 6.200–6.180; sehingga investor perlu menunggu momentum dan reaksi harga di area tersebut sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya,” tulis data tersebut, Selasa (22/9).
Masih Berpotensi Menguat
Data yang dirilis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk menunjukkan candle terakhir IHSG secara teknikal ditutup berbentuk bearish, masih di bawah MA20 dan MA5, dengan indikator Stochastic death cross pada area deep oversold.
Menurut Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada, kondisi ini menandakan IHSG masih berpeluang besar mengalami technical rebound.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 6.320 dan resistance pada level 6.451 dengan kecenderungan menguat,” jelas Priyambada.
BACA JUGA:Bamsoet Dukung Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Pilpres dan Pileg Dipisah pada 2029
Rekomendasi Saham
Berikut empat saham potensial yang direkomendasikan para analis untuk dipantau:
CUAN – Buy
Resistance: 965–995