IHSG Tertekan Jelang RDG BI, Rupiah Tembus Rp17.872 per Dolar AS

Selasa 22-09-2026,18:02 WIB
IHSG Tertekan Jelang RDG BI, Rupiah Tembus Rp17.872 per Dolar AS

Pergerakan harga saham dalam IHSG-ist-

JAKARTA, DISWAY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada penutupan perdagangan Selasa, 22 September 2026.

IHSG anjlok 92,78 poin atau 1,45 persen ke level 6.291,95, di tengah pelemahan rupiah yang mencapai Rp17.872 per dolar AS.

Tekanan pasar ini terjadi menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 22–23 September 2026. 

Investor kini mencermati langkah BI dalam merespons pelemahan rupiah serta kondisi suku bunga global.

BACA JUGA:Sesi I Selasa, IHSG Melemah 1,01% ke 6.320,36

Dalam hal ini, IHSG terpantau ditutup dengan melemah sebanyak 92,78 poin, atau setara dengan 1,45 persen ke level 6.291,95. 

Di sisi lain, hal serupa pun juga terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang turut melemah di penutupan ini.

Dalam hal ini, Indeks LQ45 turut melemah sebanyak 8,68 poin, atau menurun sebesar 1,37 persen ke level 625,61.

BACA JUGA:IHSG Dibuka Menguat 0,45 Persen ke Level 6.413, LQ45 Masih Melemah

Pasar Tunggu Hasil RDG

Di sisi lain, data yang dirilis oleh BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan bahwa terkini, sentimen pekan ini akan tertuju pada RDG Bank Indonesia 22–23 September, khususnya respons BI terhadap tekanan Rupiah dan kenaikan yield global.

Dalam hal ini, pasar juga akan turut mencermati ekspektasi pasar masih mengarah pada hold BI Rate 5,75 persen dan optimalisasi intervensi valas.

"Selain itu, investor akan mencermati pergerakan harga minyak, perkembangan konflik Timur Tengah, kebijakan China, serta pertemuan Trump–Xi yang berpotensi memengaruhi sentimen perdagangan global dan komoditas," tulis data tersebut.

BACA JUGA:IHSG Ambruk 0,18% ke 6.429,45 di Pembukaan Senin

Selain itu menurut Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, fokus investor kemungkinan bergeser kepada forward guidance BI, khususnya bagaimana bank sentral merespons pelemahan rupiah dan kondisi suku bunga global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: