Pasien Kanker Tak Cuma Butuh Terapi, MRCCC Siloam Semanggi Perkuat Peran Perawat Onkologi

Rabu 23-09-2026,05:30 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Perawatan pasien kanker tidak hanya bergantung pada terapi yang diberikan dokter.

Di tengah berkembangnya pilihan pengobatan, peran perawat dengan kompetensi khusus onkologi juga semakin dibutuhkan untuk mendampingi pasien sepanjang perjalanan perawatannya.

Hal ini menjadi perhatian MRCCC Siloam Semanggi yang menargetkan 80 persen perawatnya menjadi perawat onkologi dalam lima hingga 10 tahun ke depan.

Penguatan kompetensi tersebut dilakukan seiring semakin kompleksnya kebutuhan pasien kanker, mulai dari pengelolaan gejala dan efek samping terapi, edukasi, koordinasi perawatan, hingga dukungan bagi pasien dan keluarga.

BACA JUGA:Menumbuhkan Harapan di Borobudur, Penyintas Kanker Anak Ikuti Survivors Camp 2026

Head of Nursing MRCCC Siloam Semanggi, Fretty Lamria Manalu, mengatakan perawat memiliki peran penting karena berinteraksi secara intensif dengan pasien selama menjalani perawatan.

“Pasien kanker tidak hanya membutuhkan terapi yang tepat, tetapi juga seseorang yang memahami apa yang terjadi pada tubuhnya selama menjalani terapi, membantu mengenali perubahan kondisi, memberikan edukasi, dan menghubungkan berbagai kebutuhan pasien dengan tim yang merawatnya. Di situlah peran oncology nurse menjadi sangat penting,” ujar Fretty.

Menurut dia, perkembangan teknologi dalam pengobatan kanker berlangsung sangat cepat.

BACA JUGA:Kanker Payudara Butuh Perawatan Berkelanjutan, Mayapada Gandeng Lovepink

Namun, pendampingan langsung terhadap pasien tetap menjadi bagian penting dalam proses perawatan.

“Perkembangan teknologi untuk pengobatan kanker memang begitu cepat. Namun, human touch dari perawat tidak bisa digantikan. Dalam 24 jam, perawat berjalan bersama pasien,” katanya.

Pengembangan kompetensi perawat onkologi tersebut menjadi bagian dari upaya MRCCC Siloam Semanggi memperkuat layanan kanker berbasis tim multidisiplin atau multidisciplinary team (MDT).

Dalam pendekatan ini, perawatan pasien melibatkan berbagai profesi sesuai dengan kebutuhan, mulai dari dokter, perawat, apoteker, radiografer atau radiation therapist, ahli gizi, psikolog, rehabilitasi medik, hingga tim paliatif.

BACA JUGA:Jurnal Internasional Ungkap Risiko Kanker Payudara pada Pengguna Cat Rambut, Pakar IPB Beri Penjelasan

Kolaborasi tersebut memungkinkan setiap profesi memberikan keahlian masing-masing secara terkoordinasi untuk mendukung kebutuhan pasien selama menjalani perawatan.

Kategori :