Dari Sakit Lambung hingga Kanker Usus, Kenali Cara Penanganannya

Senin 19-10-2026,22:01 WIB
Dari Sakit Lambung hingga Kanker Usus, Kenali Cara Penanganannya

Nyeri perut berulang, asam lambung yang tak kunjung membaik, atau perubahan pola buang air besar kerap dianggap gangguan pencernaan biasa.--magnific

JAKARTA, DISWAY.ID - Nyeri perut berulang, asam lambung yang tak kunjung membaik, atau perubahan pola buang air besar kerap dianggap gangguan pencernaan biasa.

Padahal, keluhan yang menetap perlu diperiksakan agar penyebabnya diketahui dan penanganannya tepat.

Melalui Digestive Center Bethsaida Hospital Gading Serpong, pasien dapat melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis berpengalaman dan mendapatkan rekomendasi penanganan gangguan pencernaan, mulai dari terapi medis hingga tindakan bedah lanjutan sesuai indikasi.

Salah satu dokter yang menangani kasus seputar pencernaan adalah dr. Eko Priatno, Sp.B, Subsp.BD(K), Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif.

BACA JUGA:Dokter Umumkan Paus Leo XIV Idap Kanker Paru dan Jalani Operasi, Misa Berubah Jadi Doa Kesembuhan

Penanganan Disesuaikan dengan Kondisi Pasien

“Tidak semua gangguan pencernaan memerlukan operasi. Kami terlebih dahulu mencari penyebab keluhan dan mengevaluasi kondisi pasien, kemudian menentukan terapi yang paling sesuai. Tujuannya bukan hanya menangani penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien,” jelas dr. Eko.

Pada GERD atau penyakit refluks asam lambung, penanganan umumnya dimulai dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan.

Jika keluhan tetap berlangsung meski terapi sudah optimal, dokter dapat mengevaluasi kemungkinan tindakan antirefluks.

Sementara pada batu empedu yang menimbulkan keluhan atau komplikasi, pengangkatan kantong empedu dengan laparoskopi dapat dipertimbangkan. Teknik ini menggunakan sayatan kecil dan pada pasien tertentu memungkinkan pemulihan lebih cepat.

BACA JUGA:Kisah Habibie Tinggalkan Sekolah Usai Ayah Sakit Kanker Usus, Dedi Mulyadi Beri Bantuan: Jadi Anak Asuh Saya!

Penanganan Kanker Usus hingga Pankreas

dr. Eko juga menangani kanker usus besar dan kanker rektum, termasuk melalui bedah minimal invasif pada pasien yang memenuhi kriteria.

Dalam kasus kanker rektum tertentu, teknik Intersphincteric Resection (ISR) dapat dipertimbangkan untuk mengangkat kanker dengan tetap mempertahankan fungsi anus.

“Pada kanker rektum, kami berupaya mempertahankan fungsi organ bila kondisi memungkinkan. Namun, keamanan pasien dan pengangkatan kanker sesuai prinsip medis tetap menjadi prioritas,” terang dr. Eko.

Untuk kasus kompleks seperti tumor tertentu di kepala pankreas, saluran empedu, atau usus dua belas jari, tersedia pilihan penanganan berupa operasi Whipple.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait