“Bagi PGN, keberlanjutan bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi bagaimana membangun ekosistem yang terus memberikan manfaat,” kata Krisdyan.
Pendekatan tersebut diwujudkan antara lain melalui pengembangan minapadi salin untuk mendukung ketahanan pangan, mitigasi bencana di wilayah pesisir Pantai Utara Jawa, serta penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, rehabilitasi mangrove menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat ketahanan kawasan pesisir.
Krisdyan mengatakan keberlanjutan Tanam Pantau membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Pemerintah daerah mendukung arah pembangunan dan pengelolaan lingkungan, BRIN melalui riset dan inovasi, sementara masyarakat berperan dalam menjaga serta memanfaatkan ekosistem secara berkelanjutan.
“Ke depan, kami ingin memastikan apa yang ditanam hari ini dapat tumbuh menjadi ekosistem yang memberikan manfaat nyata. Keberlanjutan program membutuhkan kerja bersama, pemantauan, edukasi, serta keterlibatan masyarakat secara konsisten,” pungkasnya.