Hadapi Musim Pancaroba, Pemkab Bogor Buka Saluran Air di Titik Rawan

Selasa 29-09-2026,14:33 WIB
Reporter : Sandika Fadilah Rusdani
Editor : M. Ichsan

BOGOR, DISWAY.ID-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor.

Hal ini seiring memasuki musim pancaroba atau pengalihan dari kemarau ke musim hujan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut, hujan yang mulai turun setelah kekeringan panjang justru membawa ancaman baru.

BACA JUGA:Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Said Abdullah: Tak Ada Pembicaraan Politik

Kata dia, sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor memiliki titik rawan banjir dan longsor yang perlu diantisipasi sejak awal.

“Setelah hujan turun kita pun bukan hanya bersuka cita air kembali mengalir, tetapi ada beberapa titik-titik rawan di Kabupaten Bogor, rawan terhadap longsor, rawan terhadap banjir,” katanya, Selasa 29 September 2026.

Rudy mengatakan, kekeringan panjang sebelumnya juga membuat sejumlah wilayah mengalami retakan tanah. Kondisi itu dikhawatirkan menjadi persoalan baru ketika hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bogor.

BACA JUGA:Update Klasemen Medali Asian Games 2026, Indonesia Tambah Perak dari Badminton

Menurutnya, karena air dapat masuk ke celah-celah tanah dan memicu longsor.

“Struktur tanah Bogor cukup berbeda. Saat panas kemarin cukup panjang, retakan-retakan tanah di beberapa wilayah terjadi, jangan sampai hujan besar, retakan-retakan terisi air, akhirnya terjadi bahaya longsor,” jelasnya. 

Untuk mengurangi risiko banjir, Pemkab Bogor mulai membuka sejumlah saluran air. Satu alat berat jenis long arm diturunkan di Desa Paspanegara untuk memastikan jalur air tidak tersumbat ketika hujan deras.

Langkah serupa dilakukan melalui normalisasi saluran irigasi di wilayah Kemang, Ciseeng, Parung, dan Rancabungur.

BACA JUGA:Disway Awards 2026 Kembali Digelar, Puluhan Sektor Industri Raih Penghargaan

“Walaupun saluran airnya dibuka, airnya tidak ada, tetapi kita antisipasi pada saat nanti hujan terjadi, air akan mengalir, air tidak tersumbat,” ungkapnya. 

Rudy menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat diminta ikut mewaspadai perubahan cuaca, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi setelah periode kemarau panjang.

Kategori :