Industri nasional juga perlu meningkatkan penguasaan teknologi, produktivitas, inovasi, serta kemampuan menghasilkan produk yang kompetitif.
"Visi akhirnya adalah menjadikan Indonesia salah satu pusat manufaktur dunia, didukung rantai pasok yang kuat, serta merek nasional yang mampu bersaing," kata dia.
Menurut Faisol, pengembangan industri drone dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan manufaktur dan teknologi dalam negeri.
Pengembangan produk berbasis teknologi juga dibutuhkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk negara lain.
Dia sebelumnya menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia tidak boleh terus menjadi pemasok bahan mentah maupun sekadar pasar bagi produk negara lain.
BACA JUGA:Dirjenpas Ungkap Dua Napi di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Itu Terpidana Kasus Korupsi PT Timah
"Kita tidak ingin lagi menjadi bangsa pemasok bahan mentah dan sekadar pasar bagi produk negara lain. Sebaliknya, kita harus mampu mengolah sumber daya alam kita sendiri menjadi produk bernilai tambah yang tinggi dan memiliki daya saing besar bagi perekonomian nasional," ujar Faisol mengutip pesan Presiden Prabowo.
Faisol mengatakan penguatan industri nasional akan diarahkan pada tiga pilar, yakni berdaulat, maju, dan berkelanjutan.
Pilar tersebut mencakup optimalisasi sumber daya dan kapasitas produksi dalam negeri, pembangunan industri yang produktif dan berdaya saing, serta pembangunan yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dia menambahkan pemerintah juga perlu mengantisipasi perkembangan teknologi dan perubahan rantai pasok global agar industri nasional dapat mengambil bagian dalam perkembangan sektor-sektor baru berbasis teknologi.
BACA JUGA:Disway Awards 2026 Kembali Digelar, Puluhan Sektor Industri Raih Penghargaan
"Industri drone ini salah satu contoh bahwa kita memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi dan produk sendiri," ujar Faisol.