Gus Baha Jadi Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026–2031

Kamis 01-10-2026,08:36 WIB
Reporter : Khomsurijal W
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengumumkan komposisi dan personalia masa khidmah 2026–2031, hasil Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Pengumuman yang memuat sekitar 210 pengurus itu dibacakan Katib Aam PBNU Prof. Dr. Mohammad Nuh di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026) malam. Ia didampingi Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) dan Rais Aam KH Miftachul Akhyar.

Susunan kepengurusan periode ini langsung menarik perhatian karena diisi deretan tokoh nasional, ulama, dan negarawan.

BACA JUGA:Jadi Tamu Pertama Ketum PBNU Gus Kikin, Komut dan Dirut BSI Sepakat Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat

Di jajaran Mustasyar tercatat nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI H. M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 RI Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, serta mantan Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj.

Nama-nama lain yang masuk Mustasyar antara lain KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Nyai Hj. Shinta Nuriyah A. Wahid, Menteri Haji dan Umrah KH. Irfan Yusuf, serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Moh. Mahfud MD.

Di jajaran Syuriyah, KH. Bahauddin Nur Salim (Gus Baha) ditunjuk sebagai salah satu Wakil Rais Aam mendampingi Rais Aam KH. Miftachul Akhyar.

Ia bersama KH. Nurul Huda Jazuli, KH. Anwar Iskandar, KH. Afifuddin Muhajir, dan KH. Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj.

Ketua Umum PBNU Gus Kikin menyatakan, masuknya tokoh-tokoh besar seperti Jusuf Kalla dan Gus Baha merupakan ikhtiar organisasi membangun kebersamaan yang inklusif.

BACA JUGA:Kemenag Gelontorkan Rp85,84 Miliar, 490 Madrasah Negeri dan Swasta Terdampak Bencana Sumatra Dipulihkan

Menurutnya, Jusuf Kalla memiliki kedekatan kultural dan historis dengan Nahdlatul Ulama.

“Ya itu kan termasuk warga NU, itu dari keluarga, dari orang tuanya pun juga sudah NU. Maka kemudian kita memang membangun kebersamaan,” ujar Gus Kikin.

Ia menambahkan, PBNU berupaya merangkul berbagai unsur dari seluruh kawasan di Indonesia agar organisasi semakin kokoh. Terkait bergabungnya Gus Baha, Gus Kikin menyampaikan rasa syukur.

“Ya itu termasuk salah satu tokoh yang di Indonesia itu sangat menonjol. Makanya kemudian siapa pun yang bisa kita ajak, dan alhamdulillah termasuk Gus Baha itu bersedia untuk ikut menjadi pengurus di PBNU ini. Ini satu hal yang sangat luar biasa,” terang Gus Kikin.

BACA JUGA:Hasil Muktamar Ke-35 NU, Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU Priode 2026-2031

Kategori :