“Semua daerah sangat membutuhkan, terutama daerah-daerah yang tidak ada dokter spesialis mata. Tidak semua daerah juga ada dokter spesialis mata, jadi kita lihat kondisi daerah tersebut,” ujarnya.
Irwan menambahkan operasi katarak perlu dilakukan secara berkelanjutan karena katarak merupakan penyakit degeneratif. Selain itu, sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pengobatan.
Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami katarak agar tidak takut menjalani operasi. Gangguan penglihatan, menurut Irwan, dapat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup.
“Kesehatan mata adalah faktor penting penentu kualitas hidup seseorang. Kalau orang itu sudah kehilangan penglihatan, 50 persen kualitas hidupnya hilang,” katanya.
BACA JUGA:Ekspedisi Bumi Celebes Berlanjut, Gear Ultima Jelajahi Keindahan Palu hingga Gorontalo
Irwan berharap operasi katarak tidak lagi dipandang sebagai tindakan medis yang menakutkan. Dengan penanganan yang tepat, masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dapat kembali menjalankan aktivitas secara lebih optimal.
Selain operasi katarak, Sido Muncul juga menjalankan sejumlah program sosial di bidang kesehatan. Di antaranya operasi bibir sumbing gratis serta bantuan bagi anak-anak penderita stunting di berbagai wilayah Indonesia.
Program sosial tersebut menjadi bagian dari kegiatan perusahaan dalam memberikan manfaat kepada masyarakat. Memasuki usia 75 tahun, Sido Muncul kembali menempatkan kegiatan kesehatan sebagai salah satu bentuk kontribusi sosial perusahaan.