JAKARTA, DISWAY.ID– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Kamis (8/10/2026) dengan penguatan. IHSG naik 29,59 poin atau 0,48 persen ke level 6.176,32.
Indeks LQ45 ikut menguat 2,67 poin atau 0,44 persen ke level 608,40.
Sehari sebelumnya, pada Rabu (7/10/2026), IHSG ditutup melemah 46,20 poin atau 0,75 persen ke level 6.146,72. LQ45 turun 2,44 poin atau 0,40 persen ke level 605,72.
BACA JUGA:Kabar Gembira! Prabowo Subsidi Rp3 Juta per Jemaah, Biaya Haji 2027 Turun
Menurut data BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan pada Rabu disertai volume perdagangan besar yang mengindikasikan meningkatnya tekanan jual.
Tekanan terutama berasal dari saham BYAN, sementara investor tetap mencermati tingginya yield US Treasury dan harga minyak.
Sementara itu, data PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk menyebutkan sentimen negatif dipengaruhi aksi profit taking serta rilis cadangan devisa yang menurun menjadi 146,3 miliar dolar AS pada September 2026, dari 146,5 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.
Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada memperkirakan pergerakan IHSG pada Kamis cenderung melemah.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support level 6.095 dan resistance level 6.193 dengan kecenderungan melemah,” ujarnya.
BACA JUGA:Tabel Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp100 Juta Cicilan 1-5 Tahun, Cek Syarat Pengajuannya
Berikut empat saham potensial yang direkomendasikan analis untuk dipantau:
BBRI - BUY
Resistance: 3.240–3.340
Support: 2.980
Stoploss: 2.970