Waduh! Harga Cabai Melambung Tinggi, Begini Penjelasan Kemendag

Kamis 08-10-2026,17:30 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Seiring dengan ketidakstabilan harga bahan pangan di pasaran yang masih berada dalam kondisi yang kian naik turun, harga komoditas cabai rawit merah kini dikabarkan telah kembali melambung tinggi hingga melebihi angka harga acuan penjualan (HAP) yang ditentukan sebelumnya.

Dalam hal ini, harga cabai rawit merah dikabarkan telah melonjak tinggi hingga mencapai angka Rp 81.000 lebih per-kilogram dari HAP yang berjumlah sebesar Rp 57.000. 

BACA JUGA:Moto3 Mandalika 2026, Veda Ega Pratama Siap Unjuk Gigi di Hadapan Publik Tanah Air

Kenaikan serupa pun juga turut menimpa komoditas cabai merah keriting, yang ikut melonjak naik hingga menjadi sebesar Rp 67.000 lebih per-kilogramnnya, dari HAP-nya yang berjumlah sebesar Rp 55.000

Dalam menanggapi kabar tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjelaskan bahwa melambungnya harga komoditas tersebut sendiri turut dipengaruhi oleh penurunan hasil produksi, terutama ditengah-tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

BACA JUGA:Prabowo: Investor yang Percaya dan Bekerja Sama dengan Indonesia Kami Anggap Saudara

"Untuk cabai sendiri ini kan salah sati faktornya itu produksi. Nah, sekarang ini produksinya memang lagi menurun," jelas Menteri yang akrab disapa Busan tersebut kepada awak media di Jakarta, pada Kamis (08/10).

Lebih lanjut, Mendag Busan juga turut menambahkan bahwa pihak Kemendag juga telah mengerahkan beberapa langkah strategis untuk menghadapi kondisi tersebut.

Dalam hal ini, Kemendag telah melakukan koordinasi bersama dengan asosiasi petani dalam rangka mendorong aktivitas produksi cabai.

"Kami sudah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai. Ini untuk menjaga peningkatan produksi pasokan cabai," jelas Mendag Busan.

BACA JUGA:Rangkaian Kegiatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026, Catat Tanggalnya!

Sebelumnya, Menteri Perdagangan juga mengungkapkan bahwa terkini, dinamika perekonomian dalam negeri juga ikut dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global.

Kendati begitu, dirinya menegaskan bahwa Indonesia akan tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan, sembari terus melakukan reformasi domestik, agar terjadi penguatan industri dan perluasan peluang kerja sama.

Kategori :