Kebutuhan nutrisi tanaman tomat berubah seiring perkembangannya. Tanaman muda memerlukan nutrisi untuk pertumbuhan daun dan batang, sedangkan ketika mulai berbunga dan berbuah, kebutuhan unsur hara perlu disesuaikan untuk menunjang pembentukan buah.
Pemupukan tanaman dalam pot atau polybag sebaiknya dilakukan dengan dosis terukur. Pupuk yang larut dalam air dapat digunakan jika sesuai dengan kebutuhan tanaman dan petunjuk produk. Pemberian pupuk secara berlebihan justru berisiko merusak akar dan mengganggu pertumbuhan.
Pada fase vegetatif, nitrogen berperan dalam pembentukan daun dan batang. Ketika tanaman memasuki fase berbunga dan berbuah, fosfor dan kalium juga dibutuhkan. Namun, pemupukan tetap perlu mempertimbangkan kondisi media, jenis pupuk, dan perkembangan tanaman.
Jangan mencampurkan pupuk secara sembarangan. Ikuti dosis pada kemasan atau rekomendasi petugas pertanian setempat agar kebutuhan nutrisi terpenuhi tanpa menimbulkan kerusakan pada tanaman.
8. Memanen Buah Tomat
Waktu panen tomat dapat dikenali dari perubahan warna kulit buah, ukuran, dan tingkat kematangannya. Buah dapat dipanen sesuai kebutuhan, baik ketika mulai berubah warna maupun setelah matang lebih lanjut, bergantung pada tujuan penggunaan dan jarak penyimpanan.
Pemetikan sebaiknya dilakukan saat cuaca tidak terlalu panas, misalnya pada pagi hari. Suhu buah yang terlalu tinggi dapat mempercepat kehilangan air dan memengaruhi daya simpannya.
Saat memanen, pegang buah dengan hati-hati lalu putar perlahan atau gunakan gunting pangkas yang bersih untuk memutus tangkainya. Petik buah satu per satu agar buah yang masih berkembang tidak ikut rusak.
Setelah panen, pisahkan buah yang memar atau menunjukkan tanda pembusukan. Simpan tomat di tempat bersih dengan kondisi yang sesuai tingkat kematangannya.