Bio Farma Group Gandeng Mitra Global, Perkuat Pengembangan Antivirus Influenza

Jumat 16-10-2026,15:33 WIB
Reporter : M. Ichsan
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- PT Bio Farma (Persero) terus memperkuat perannya sebagai holding BUMN Farmasi dalam membangun ekosistem kesehatan nasional yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global. 

Komitmen tersebut diperkuat oleh keberhasilan PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF), sebagai bagian dari Bio Farma Group, memperoleh sublisensi (sublicense) dari Medicines Patent Pool (MPP) dalam kerangka voluntary licensing agreement antara MPP dan Roche untuk mengembangkan dan memproduksi versi generik baloxavir marboxil, obat antivirus untuk pengobatan influenza.

BACA JUGA:John Herdman Belum Puas! Timnas Indonesia Butuh Winger dan Striker Tajam demi Piala Asia 2027

Kimia Farma menjadi satu-satunya perusahaan farmasi asal Indonesia yang terpilih di antara 11 manufaktur dari 9 negara dalam program tersebut. 

Selain Indonesia, manufaktur yang memperoleh sublisensi berasal dari Brasil, Tiongkok, India, Malaysia, Nigeria, Uganda, Ukraina, dan Vietnam.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya global untuk membangun kapasitas produksi obat yang lebih terdiversifikasi secara geografis sebelum terjadi keadaan darurat kesehatan. 

Melalui penguatan kapasitas manufaktur regional dan global, pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan rantai pasok serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi wabah dan pandemi di masa mendatang.

BACA JUGA:Persija Jadi Musafir Jelang Lawan Arema FC, STY: Sangat Disayangkan

Bagi Bio Farma Group, keterlibatan Kimia Farma dalam inisiatif tersebut tidak hanya merepresentasikan pencapaian satu entitas, tetapi juga menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat ekosistem industri kesehatan nasional melalui peningkatan kapabilitas manufaktur, teknologi, regulasi, serta konektivitas dengan mitra kesehatan global.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Shadiq Akasya, mengatakan bahwa kepercayaan yang diperoleh Kimia Farma menjadi momentum penting untuk memperkuat kemampuan industri farmasi Indonesia sekaligus memperluas kontribusinya dalam ekosistem kesehatan global.

“Kepercayaan yang diperoleh Kimia Farma melalui sublisensi baloxavir marboxil dari Medicines Patent Pool dalam kerangka voluntary licensing MPP dan Roche merupakan pencapaian strategis bagi Bio Farma Group. 

BACA JUGA:Jajal Motor Listrik Adventure Taklukkan Jalur Pegunungan Bogor, Ini Pengalaman Jurnalis

Hal ini menunjukkan semakin kuatnya kapabilitas industri farmasi nasional untuk berpartisipasi dalam kolaborasi kesehatan global sekaligus memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masa mendatang,” ujar Shadiq.

Menurut Shadiq, penguatan ketahanan kesehatan tidak hanya membutuhkan ketersediaan produk, tetapi juga kemampuan industri nasional untuk mengembangkan teknologi, memperkuat manufaktur, memenuhi persyaratan mutu dan regulasi, serta membangun rantai pasok yang semakin tangguh.

“Sebagai holding BUMN Farmasi dan bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, kami ingin memastikan setiap penguatan kapabilitas perusahaan memberikan manfaat yang lebih luas. 

Kategori :