Ketua PERTASINDO Mayjen (Purn) Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Sp.DVE, M.Biomed., MARS, menambahkan bahwa perkembangan teknologi kesehatan yang semakin pesat tidak serta-merta dapat menyelesaikan seluruh persoalan dalam sistem kesehatan.
Menurut dia, penguatan ketahanan kesehatan membutuhkan ekosistem yang menghubungkan SDM berkualitas, pembiayaan berkelanjutan, serta metode kerja yang sistematis.
Seluruh elemen tersebut perlu berjalan beriringan agar inovasi dan fasilitas kesehatan dapat memberikan manfaat secara optimal.
“Kelima elemen ini berkaitan satu sama lain, apabila mengabaikan salah satu elemen maka akan menggagalkan upaya mewujudkan sistem ketahanan kesehatan nasional yang memadai bagi masyarakat luas. Seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama dan satu tujuan mensinkronisasikan kelima elemen tersebut demi mendukung keberlanjutan masa depan negara,” kata Dian.
Dalam pelaksanaannya, SIERA akan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan kesehatan, militer, akademisi, dan praktisi, termasuk Mayor Jenderal Dr. Dr. dr. AJ Didy Surachman, Sp.OT, S.H., M.H.Kes., M.A.R.S., FIMMA; Marsekal Pertama dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD, Sp.KP, M.M., FIMMA; Brigadir Jenderal TNI Dr. dr. Krisna Murti, Sp.BS, FIMMA; serta Laksamana Pertama (Purn) Dr. drg. RA Nora Lelyana, M.H.Kes., FICD, FIMMA.
Sejumlah pakar lainnya yang turut dijadwalkan menjadi narasumber antara lain Mayor Jenderal (Purn) Dr. dr. Yenny Purnama, Sp.A(K), FIMMA; Brigadir Jenderal (Purn) dr. Alexander K. Ginting, Sp.P(K), FCCP, FIHFAA, FIMMA; Dr. dr. Bagus Tjahjono, M.P.H., FIMMA; dr. Ufi Dewintera, Sp.M.K.; Prof. dr. Deby Susanti Vinski, M.Sc., Ph.D., FIMMA; hingga pakar internasional Prof. John Deanfield, CBE, BA (Hons), MB BChir, FRCP, FESC, FMedSci.
Simposium ini juga mengundang Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar, M.D., M.Biomed., Ph.D., serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S.
Melalui forum tersebut, PERTASINDO berharap pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas sektor dapat mendorong penguatan sistem ketahanan kesehatan Indonesia, terutama dalam menghadapi krisis sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.