Sistem Kesehatan Harus Siap Hadapi Krisis, Ini 5 Elemen yang Tak Boleh Diabaikan

Sabtu 17-10-2026,19:30 WIB
Sistem Kesehatan Harus Siap Hadapi Krisis, Ini 5 Elemen yang Tak Boleh Diabaikan

Simposium ini juga mengundang Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar, M.D., M.Biomed., Ph.D., serta Direktur Utama BPJS Kesehatan --istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID – Sistem kesehatan nasional perlu memiliki kesiapan yang kuat untuk menghadapi berbagai krisis tanpa mengganggu keberlangsungan pelayanan kesehatan esensial bagi masyarakat.

Ketahanan kesehatan tidak cukup dibangun melalui penambahan fasilitas atau penerapan teknologi semata.

Kualitas sumber daya manusia (SDM), dukungan pembiayaan, ketersediaan material, pemanfaatan mesin dan teknologi, serta metode kerja yang efektif juga menjadi elemen penting yang harus diperkuat secara bersamaan.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) yang akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Hermina Grand Ballroom Kemayoran, Jakarta.

BACA JUGA:TelkomGroup Salurkan Bantuan Kesehatan bagi Masyarakat Terdampak Karhutla di Kalimantan

Forum ilmiah dan kebijakan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) ini akan mempertemukan regulator, praktisi kesehatan, akademisi, peneliti, serta komunitas medis militer untuk membahas penguatan ketahanan kesehatan Indonesia.

Mengusung tema Advancing Health Resilience Through the 5M Framework: Man, Money, Material, Machine, and Methods, simposium tahun ini menyoroti pentingnya keterpaduan lima elemen dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.

Ketua Panitia The 3rd SIERA, Kolonel (Purn) Dr. dr. Agus Sutarman, Subsp.Onk(K), S.H., M.H., MARS, mengatakan penyelenggaraan SIERA untuk ketiga kalinya menunjukkan komitmen berkelanjutan para pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

“Penyelenggaraan SIERA untuk ketiga kalinya menunjukkan semangat kolaborasi yang semakin kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap forum ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, mendorong pertukaran pengetahuan, serta menghasilkan berbagai gagasan dan inovasi yang dapat mendukung kemajuan kesehatan Indonesia,” kata Agus dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:Kesehatan Usus Berkaitan dengan Kesehatan Metabolik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?

Agus menjelaskan, ketahanan kesehatan perlu dibangun melalui keseimbangan antara kualitas sumber daya manusia, dukungan pembiayaan, pemanfaatan teknologi, serta metode kerja yang efektif.

Melalui pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu bertahan ketika krisis terjadi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mencegah, merespons, dan memulihkan diri dengan lebih kuat.

Upaya tersebut juga diperlukan agar pelayanan kesehatan esensial bagi masyarakat tetap berjalan ketika sistem kesehatan menghadapi tekanan.

“Sistem ketahanan kesehatan dibangun melalui keseimbangan antara kualitas sumber daya manusia, dukungan pembiayaan, pemanfaatan teknologi, serta metode kerja yang efektif. Melalui simposium ini, Indonesia dapat bergerak dari sekadar bertahan menghadapi krisis menuju sistem ketahanan kesehatan yang mampu mencegah, merespons, dan pulih lebih kuat di masa depan tanpa menghentikan pelayanan kesehatan esensial,” ujar Agus.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait