Technical Rebound
Sebelumnya, usai melemah selama dua sesi berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup sesi perdagangannya di Selasa sore lalu dengan kembali menghijau, atau kembali mengalami penguatan.
Dalam al ini, IHSG terpantau bergerak menguat hingga sebanyak 266,42 poin, atau setara 5,33 persen ke level 5.263,03.
BACA JUGA:DEN Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga Pangan Imbas El Nino, Minta Stok Beras Dijaga
Di sisi lain, al serupa pun juga terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang turut bergerak menghijau sebanyak 39,17 poin, atau meningkat sebesar 8,02 persen ke level 527,63.
Dilansir dari data yang dirilis oleh BRI Danareksa Sekuritas, penguatan ini mengindikasikan technical rebound setelah koreksi ekstrem dua sesi sebelumnya, didukung kenaikan pada mayoritas saham.
Kendati begitu, perhatian tertuju pada RDG Bank Indonesia dengan konsensus Bloomberg dari 34 ekonom memperkirakan BI Rate tetap di 5,75 persen.
“Di tengah tekanan arus modal asing dan ketidakpastian MSCI, keputusan BI akan menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah dan IHSG,” tulis data tersebut, pada Rabu (21/10).
Selain itu di sisi lain, MACD masih berada di zona negatif dengan momentum bearish, sehingga penguatan perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
“Secara teknikal, IHSG memantul dari support Fibonacci sekitar 4.942, dengan target technical rebound terdekat di 5.318–5.400. Dengan support berada di 5.185; jika kembali ditembus, risiko koreksi ulang meningkat,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Rekomendasi ini berdasarkan analisis teknikal terkini para analis pasar modal. Pasar saham Indonesia dibuka dengan sentimen positif. Investor disarankan memantau pergerakan harga saham secara ketat sebelum mengambil keputusan investasi.