Gogot mengatakan pemerintah telah menyelenggarakan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas pendidik, mulai dari pelatihan, seminar, hingga lokakarya.
"Kita sudah lakukan berbagai pelatihan, seminar, workshop ya, penyiapan guru-guru untuk mengintegrasikan climate change ya di dalam pembelajaran anak usia dini," katanya.
Penguatan kapasitas guru tersebut juga berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas layanan PAUD, termasuk memastikan penggunaan teknologi pendidikan tetap mempertimbangkan usia dan kebutuhan perkembangan anak.
Di sisi lain, pendidikan lingkungan tidak cukup hanya berlangsung di sekolah. Dukungan orang tua diperlukan agar kebiasaan positif yang diperkenalkan melalui pembelajaran dapat diterapkan secara konsisten di rumah.
Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry, menilai peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab tantangan pengembangan PAUD, termasuk persoalan perubahan iklim dan pemerataan layanan pendidikan.
Karena itu, kolaborasi pentahelix serta kemitraan pemerintah dan swasta atau public-private partnership menjadi penting untuk memperkuat pengembangan PAUD.
Eddy juga menyoroti peluang Indonesia untuk berbagi pengalaman keberhasilan pengelolaan PAUD dengan negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik.
Sebaliknya, Indonesia dapat mempelajari berbagai pendekatan yang telah berhasil diterapkan negara tetangga untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
"Di saat bersamaan kita bisa belajar praktik-praktik apa yang telah berhasil dari negara-negara tetangga, untuk kita juga bisa pelajari untuk membantu kita nanti memberikan layanan terbaik, baik itu meningkatkan akses maupun kualitas dari layanan kepada anak-anak usia dini," kata Eddy.
Sementara itu, Direktur SEAMEO CECCEP, Prof. Vina Andriani, mengungkapkan bahwa forum Asia-Pasifik mengenai pengembangan anak usia dini memberikan perhatian pada dua persoalan utama.
Keduanya adalah bagaimana pendidikan anak usia dini merespons tantangan perubahan iklim serta pentingnya menjamin pendanaan PAUD secara berkelanjutan.
Menurut Vina, penguatan layanan PAUD memiliki peran strategis dalam pembangunan karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi sosial masyarakat.
"Pada intinya forum ini menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting bukan hanya untuk ekonomi sebuah negara, tapi juga yang tidak kalah pentingnya memastikan kondisi sosial," ujar Prof. Vina.
Dengan demikian, pengintegrasian pendidikan perubahan iklim dalam pembelajaran PAUD memerlukan kesinambungan antara penguatan kurikulum, kesiapan guru, dukungan keluarga, serta kemitraan lintas sektor.