Pengembangan aplikasi berbasis AI diharapkan tidak hanya mempermudah proses kerja, tetapi juga membuka peluang terciptanya produk digital yang memiliki nilai ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut pelaksanaan program tersebut sebagai upaya memperkuat kompetensi digital masyarakat di daerah, khususnya di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.
Dukungan itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang, S.T., M.M., yang hadir mewakili pemerintah daerah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari vibe coding, yakni pendekatan pengembangan aplikasi dengan memanfaatkan AI untuk membantu menulis dan menyempurnakan kode berdasarkan instruksi pengguna.
Materi yang diberikan juga mencakup teknik prompt engineering, etika penggunaan AI, serta pengenalan risiko keamanan dalam pengembangan aplikasi.
Pelatihan menghadirkan Andri Tri Prasetyo dan Ryan Martin Hidayat, Cyber Security Analyst dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Peserta mendapatkan pendampingan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi web, melakukan kustomisasi usaha, mengintegrasikan katalog produk, membangun dasbor, hingga menguji aplikasi yang dibuat.
Selain kemampuan teknis, peserta dibekali pemahaman mengenai risiko kebocoran data, keluaran AI yang keliru, dan potensi ancaman keamanan dari komponen perangkat lunak.
Aspek keamanan menjadi perhatian karena aplikasi yang dikembangkan tidak hanya dituntut berfungsi dengan baik, tetapi juga harus mampu melindungi data dan menjaga kepercayaan pengguna.
Melalui pembelajaran berbasis praktik, peserta didorong mengembangkan prototipe aplikasi berdasarkan masukan pengguna dan persoalan nyata di lingkungan sekitar.
BACA JUGA:PGN Dukung Pengembangan Jargas di Trenggalek untuk Rumah Tangga dan UMKM
Dengan begitu, hasil pelatihan diharapkan tidak berhenti pada pembuatan prototipe, tetapi berpeluang dikembangkan menjadi produk digital yang dapat digunakan masyarakat.
Kemenekraf berharap program CHAT 2026 dapat mendorong terbentuknya komunitas pengembang aplikasi yang aktif dan berkelanjutan di Samosir. Penguatan jejaring dan penjajakan peluang komersialisasi juga diharapkan membantu talenta lokal mengembangkan karya menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Program CHAT merupakan inisiatif Direktorat Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif untuk meningkatkan kapasitas talenta digital, memperkuat ruang pembelajaran dan kolaborasi, serta mendorong lahirnya karya nyata di bidang pengembangan aplikasi.
Melalui program ini, pengembangan subsektor aplikasi diharapkan semakin meluas ke berbagai daerah, sehingga pertumbuhan ekonomi kreatif tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga bertumpu pada kreativitas dan inovasi talenta digital lokal.