Mengenal Sejarah Tan Peng Nio, Wanita Tionghoa yang Dijuluki 'Mulan van Java' dari Kebumen

Senin 26-10-2026,13:29 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Nama Hua Mulan dikenal luas sebagai sosok perempuan yang menyamar menjadi prajurit laki-laki untuk berperang.

Akan tetapi di Indonesia juga ada kisah perempuan keturunan Tionghoa yang disebut memiliki perjalanan serupa.

Sosok tersebut bernama Raden Ayu Tan Peng Nio, yang dalam legenda masyarakat Kebumen dikenal dengan julukan Mulan van Java.

Kisah Tan Peng Nio menggabungkan cerita tentang perjuangan melawan kolonialisme, hubungan masyarakat Jawa dan Tionghoa, serta perjalanan keluarga bangsawan di Kebumen, Jawa Tengah.

Meski namanya masih dikenang hingga sekarang, sejumlah bagian dari kisah hidupnya masih menjadi perdebatan antara legenda lokal dan catatan sejarah.

BACA JUGA:Profil dan Riwayat Karier Emil Audero, Pahlawan Timnas Indonesia di Adu Penalti Final FIFA ASEAN Cup 2026

Asal-usul Tan Peng Nio dan Kisah Pelariannya

Menurut legenda yang berkembang di Kebumen, Tan Peng Nio merupakan putri seorang jenderal asal Tiongkok bernama Tan Wan Swee.

Ayahnya dikisahkan terlibat dalam upaya pemberontakan terhadap Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing.

Sebelum peristiwa tersebut terjadi, Tan Peng Nio disebut dititipkan kepada Lia Beeng Goe, sahabat dekat ayahnya yang dikenal sebagai pembuat peti mati sekaligus ahli bela diri.

Setelah upaya pemberontakan itu gagal, keduanya dikisahkan meninggalkan Tiongkok dan melarikan diri melalui Temasek, wilayah yang kini dikenal sebagai Singapura, sebelum akhirnya tiba di Batavia.

Meski demikian kedatangan mereka ke Batavia disebut berlangsung di tengah situasi yang sangat berbahaya.

Pada 1740, wilayah tersebut dilanda kekerasan besar yang dikenal sebagai Geger Pacinan atau pembantaian masyarakat Tionghoa di Batavia.

Peristiwa ini menjadi salah satu babak kelam dalam sejarah kolonial Hindia Belanda.

Konflik yang melibatkan masyarakat Tionghoa dan pemerintah kolonial tersebut menyebabkan banyak korban jiwa serta mendorong para penyintas melarikan diri ke berbagai daerah di Jawa.

Dalam versi legenda Tan Peng Nio, ia dan Lia Beeng Goe termasuk di antara orang-orang yang meninggalkan Batavia untuk mencari tempat yang lebih aman.

Kategori :