JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah mencatat sejumlah capaian di sektor pendidikan selama dua tahun terakhir, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, hingga perluasan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, berbagai program tersebut menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses belajar bagi masyarakat.
BACA JUGA:Sosok Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M Jadi Tersangka, Diduga Mengantuk dan Panik
“Dua tahun pertama ini saya sebut sebagai periode membangun fondasi untuk pendidikan ini untuk semua,” ujar Abdul Mu’ti, di Jakarta, Senin 26 Oktober 2026.
Dalam program PIP, pemerintah telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 19 juta murid dengan anggaran Rp13,43 triliun.
Pada 2026, cakupan bantuan diperluas hingga jenjang taman kanak-kanak dengan alokasi bagi 888.000 anak. Dengan tambahan tersebut, total penerima PIP mencapai sekitar 19,48 juta murid.
BACA JUGA:Drama Korea Happy Anding Kapan Tayang? Cek Sinopsis dan Daftar Pemainnya di Sini
Besaran bantuan tahunan ditetapkan Rp450.000 untuk murid TK dan SD, Rp750.000 untuk SMP, serta Rp1,8 juta untuk SMA dan SMK.
Di bidang infrastruktur, pemerintah telah merevitalisasi 55.451 sekolah. Sementara itu, sebanyak 318.205 sekolah telah memiliki papan interaktif digital (PID) untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Program digitalisasi juga mencakup pelatihan guru, penyediaan laptop, serta dukungan jaringan listrik dan internet bagi sekolah yang membutuhkan.
BACA JUGA:Werwulf: Mimpi Buruk Manusia Serigala Abad ke-13 dari Robert Eggers
Pemerintah menargetkan distribusi tambahan perangkat digital pada 2026 dapat menjangkau satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Pada aspek pengembangan karakter, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat telah diterapkan di 170.870 sekolah di 38 provinsi. Pemerintah juga mulai mengoperasikan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi di 13 provinsi dengan total 1.360 murid.
Sementara itu, di bidang peningkatan kompetensi, sebanyak 868.615 guru telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) sepanjang 2025–2026. Pemerintah juga memperkuat pelatihan pembelajaran mendalam, coding, kecerdasan artifisial, dan pendidikan inklusif.
BACA JUGA:Puluhan Orang Demo di DPRD DKI, Tuntut Tiket Ancol Digratiskan