Prediksi IHSG di Tengah Ketidakpastian The Fed

Rabu 28-10-2026,09:13 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026.

IHSG turun 106,96 poin atau 1,99 persen ke level 5.266,13 di tengah ketidakpastian menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Indeks LQ45 juga tertekan. Indeks tersebut melemah 9,14 poin atau 1,69 persen ke level 533,02.

Menurut data BRI Danareksa Sekuritas, sentimen negatif datang dari pelemahan rupiah yang bertahan di kisaran Rp 18.125 per dolar AS, arus keluar modal asing (capital outflow), serta meningkatnya risiko di pasar surat utang.

BACA JUGA:BRIN Kembangkan 4 Kandidat Vaksin Malaria, Target Riset Dipercepat hingga 3 Tahun

Yield SBN tenor 10 tahun menembus 7,5 persen, tertinggi sejak Oktober 2022 dan melampaui asumsi APBN 2026 sebesar 6,9 persen.

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026, akan diwarnai penantian rilis kinerja emiten kuartal III 2026 serta perkembangan kebijakan BEI terkait pengecualian saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November.

Jika The Fed memberi sinyal lebih hawkish, dolar AS berpotensi menguat dan menambah tekanan terhadap rupiah serta pasar saham emerging markets.

Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji support 5.182–5.118 setelah gagal bertahan di atas 5.400. Tren masih bearish karena indeks berada di bawah MA20 (5.731) dan MA200 (6.916), sementara MACD masih negatif meski histogram mulai menyusut.

BACA JUGA:Skema Tabel Angsuran KUR BCA 2026 Pinjaman Rp50 Juta Cicilan 1 Tahun, Pengajuan Biaya Modal UMKM

Jika support bertahan, peluang konsolidasi atau technical rebound tetap terbuka menuju 5.400–5.455.

Sementara itu, PT Mirae Asset Sekuritas memberikan empat rekomendasi saham dengan status buy:

HMSP  

Resistance: 700–720  

Support: 640  

Kategori :