Menurutnya, partisipasi dalam Self-Care AMRUN 5K 2026 yang diselenggarakan BPOM merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya self-care dan deteksi dini.
Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci untuk memperluas edukasi serta mendorong masyarakat mengambil peran lebih aktif dalam menjaga kesehatan.
BACA JUGA:Tak Hanya Vaksin Malaria, Prabowo Dorong Teknologi Sampah hingga Energi Limbah Sawit
Sejalan dengan upaya tersebut, Darya-Varia terus mengembangkan solusi kesehatan berbasis teknologi yang melengkapi kapabilitasnya di bidang farmasi, mulai dari edukasi dan pencegahan hingga deteksi dini dan pemantauan kesehatan.
Melalui DiVi Lab, perusahaan berharap masyarakat dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatannya sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan secara berkala.
“Kami ingin teknologi kesehatan semakin dekat dan mudah diakses oleh masyarakat. Melalui DiVi Lab, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah mengenali kondisi kesehatannya dan menjadikan pemantauan berkala sebagai bagian dari upaya pencegahan,” ujar dr. Ian Kloer.
BACA JUGA:BRIN Kembangkan 4 Kandidat Vaksin Malaria, Target Riset Dipercepat hingga 3 Tahun
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan dapat menjadi langkah awal untuk memahami kondisi tubuh dan menentukan tindak lanjut yang sesuai dengan berkonsultasi kepada tenaga kesehatan.
“Kami percaya bahwa sinergi antara teknologi, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor dapat mendorong masyarakat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan, bukan hanya ketika keluhan muncul, tetapi juga melalui kebiasaan hidup sehat sehari-hari,” tutupnya.
Dalam kegiatan Self-Care AMRUN 5K 2026, Darya-Varia juga menghadirkan sejumlah produk, yakni Enervon, Natur-E, Decolgen, Forti-D, dan Imunped, sebagai bagian dari partisipasi perusahaan dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat.