Baterai Mobil Listrik Bisa Rusak, Ini Cara Menjaga Usianya

Selasa 03-11-2026,12:00 WIB
Reporter : Hariri
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID - Baterai menjadi salah satu komponen penting sekaligus mahal pada mobil listrik.

Kerusakannya bisa membuat pemilik kendaraan harus mengeluarkan biaya besar.

Karena itu, perawatan baterai perlu menjadi perhatian sejak kendaraan pertama kali digunakan.

BACA JUGA:Jelang Libur Panjang, Ini yang Perlu Disiapkan Pengendara agar Road Trip Tetap Aman dan Nyaman

Pada mobil listrik maupun hybrid, baterai berperan sebagai sumber tenaga penggerak.

Selain usia pakai, kondisi baterai juga dipengaruhi kebiasaan pengisian daya, penggunaan kendaraan, hingga suhu lingkungan.

Lantas, bagaimana jika baterai rusak akibat kecelakaan? Apakah biaya perbaikannya bisa ditanggung asuransi?

Mengacu pada ketentuan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI), kerusakan fisik baterai dapat dijamin apabila disebabkan risiko yang ditanggung dalam polis, seperti tabrakan, benturan, kendaraan terbalik, tergelincir, atau terperosok.

Namun, kerusakan akibat gangguan teknis atau penurunan performa tanpa adanya kejadian yang dijamin polis perlu dilihat berdasarkan penyebabnya.

Kondisi tersebut bisa masuk dalam cakupan garansi pabrikan, sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA:UPDATE Harga BBM Pertamina Terbaru 1 November 2026, Pertamax Turbo Dibanderol Rp19.600

Secara umum, baterai mobil listrik dirancang untuk digunakan dalam jangka panjang.

Usia pakainya dapat berkisar 10 hingga 15 tahun, bergantung pada jenis baterai, kondisi pemakaian, dan perawatannya.

Ada sejumlah kebiasaan yang dapat dilakukan pemilik kendaraan untuk menjaga performa baterai.

Periksa baterai secara berkala

Kategori :