Salah satu kemampuan paling menonjol dari Pegasus adalah teknik serangan zero-click.
Metode ini memungkinkan perangkat terinfeksi tanpa mengharuskan pengguna menekan tautan, mengunduh, maupun membuka file tertentu.
Serangan tersebut memanfaatkan kelemahan sistem keamanan ponsel yang belum teridentifikasi atau belum mendapatkan perbaikan dari produsennya.
Keberadaan Pegasus menuai kontroversi setelah sejumlah investigasi yang dilakukan Citizen Lab dan Amnesty International menemukan indikasi penggunaannya untuk menargetkan berbagai kalangan, termasuk jurnalis, aktivis HAM, pengacara, hingga politisi di sejumlah negara.