Ekonomi RI 5,47 Persen, BPS: Konsumsi Masyarakat jadi Penopang

Kamis 05-11-2026,21:54 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kendati kondisi perekonomian Indonesia masih berada ditengah-tengah ketidakstabilan, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa terkini, perekonomian Indonesia terus menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global.

Hal tersebut sendiri diungkapkan oleh Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Moh. Edy Mahmud. Dalam pemaparannya, dirinya menyampaikan bahwa per triwulan III Tahun 2026, ekonomi nasional telah tumbuh 5,47 persen secara tahunan, terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat.

BACA JUGA:Kasus Dugaan Penyadapan Presiden, Polri Tetapkan Tersangka Baru, Jenderal Lagi?

"Ekonomi Indonesia pada triwulan 3-2026 tumbuh solid sebesar 5,47 persen secara tahunan, utamanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih terjaga,” tutur Edy kepada media di Jakarta, pada Kamis (05/11).

Dalam hal ini, Edy menambahkan, pertumbuhan tersebut turut didukung oleh kinerja konsumsi masyarakat, terutama ketika pergerakan masyarakat, belanja daring, dan kegiatan pariwisata kembali meningkat.

Tidak tanggung-tanggung, dirinya juga mengungkapkan bahwa konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen secara tahunan, atau lebih tinggi dari angka pada periode yang sama tahun 2025 lalu, yang berjumlah sebesar 4,89 persen.

BACA JUGA:Hyundai Siapkan SUV Listrik 7 Penumpang NEIRA, Pre-Booking Dibuka di GAW 2026

"Komponen ini memberikan sumbangan pertumbuhan terbesar terhadap ekonomi nasional, yakni 2,62 persen," ucap Edy.

Di sisi lain, konsumsi yang tetap terjaga kemudian berjalan beriringan dengan peningkatan investasi. 

Hal tersebut juga dibuktikan melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang telah tumbuh 6,06 persen secara tahunan.

"Hal ini mencerminkan masih berlangsungnya aktivitas investasi dari pemerintah maupun sektor swasta," papar Edy.

Di sisi lain, kegiatan perdagangan juga bergerak lebih cepat, dengan sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 7,14 persen. 

BACA JUGA:Dikaitkan dengan Dugaan Penyadapan, Jokowi Tak Mau Banyak Bicara: Kita Ikuti Proses Hukum

Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan 5,46 persen pada triwulan III-2025 dan 4,85 persen pada triwulan III-2024.

Meningkatnya penjualan kendaraan, terutama kendaraan niaga dan kendaraan listrik, ikut mendorong sektor tersebut, dimana pasokan barang dari dalam negeri, khususnya produk industri pengolahan, serta barang impor juga meningkat sehingga aktivitas perdagangan menjadi semakin ramai.

Kategori :