JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengaku tidak khawatir setelah namanya disebut masuk dalam daftar pihak yang diduga menjadi sasaran penyadapan ilegal dalam kasus yang menyeret sejumlah perwira tinggi Polri.
Surya mengatakan tidak ada pembahasan yang penting dalam pembicaraan itu sehingga ia tak khawatir jika komunikasinya direkam atau disadap.
BACA JUGA:Masjid Atta'awun Disiapkan Jadi Magnet Baru Wisata Religi di Puncak
"Ya, saya enggak perlu surprise karena saya tahu saya kondisi sadap apa. Biasanya enggak ada bicara-bicara politik dan macam-macam, ya. Ya, bicara halo-halo lah pada teman-teman, adik-adik kita, 'Apa kabar? Sehat walafiat, ya.' Jadi, biarpun 10 kali direkam juga di situ, kan enggak apa-apa," kata Surya, Minggu, 8 November 2026.
Ia bahkan mengaku kerap melontarkan candaan kepada sejumlah koleganya melalui sambungan telepon. Salah satunya kepada anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Saan Mustopa.
"Saya sering ganggu Kang Saan aja itu kalau bicara. Jangan-jangan dia enggak bertugas secara qualified di DPR. Saya bilang, 'Ah, ini jangan ganggu nih Kang Saan ke mana ini?' Apakah Kang Saan ikut urusan barisan sering ngantuk di DPR apa enggak, kan gitu," ujarnya sambil tertawa.
"Jadi disadap juga ga ada masalah," jelas dia.
BACA JUGA:Atasi Kemacetan, Rudy Susmanto Siapkan Pembenahan Jalur Wisata Puncak
Sebelumnya, kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara mencuat ke publik setelah Bareskrim Polri menetapkan empat perwira tinggi Polri sebagai tersangka.
Mereka yakni Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi.
Penyidik menduga penyadapan dilakukan melalui sistem Lawful Interceptions Management System (LIMS) tanpa prosedur dan verifikasi yang semestinya.