Ferdinand Marcos Jr Menang Telak, Gelombang Protes Serbu Kantor Komisi Pemilihan Filipina

Selasa 10-05-2022,19:40 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

JAKARTA, DISWAY.ID – Anak mendiang diktator Ferdinand Marcos, Ferdinand Marcos Jr menang telak pada pemilihan umum Filipina.

Namun kemenangan ini langsung diwarnai oleh gelombang protes serbu kantor komisi pemilihan Filipina.

Kemenangan Ferdinand Marcos Jr yang dikenal dengan Bongbong ini diumumkan pada Selasa 10 Mei dan membuka kembalinya keluarga Marcos ke kancah politik Filipina.

Marcos mengalahkan saingan Leni Robredo dan Many Pacquiao secara telak dengan perolehan dua kali lipat dari Robredo atau sekitar 31 juta suara.

BACA JUGA:Tak Hanya Nikuba Buatan Aryanto Misel, Terdapat Juga Penemu Lain yang Bikin Air Jadi Bahan Bakar

Meskipun pengumuman resminya akan diumumkan sekitar bulan depan, namun banyak yang tidak mendukung Marcos menjadi marah dengan hasil tersebut.

Badan jajak pendapat pada hari Selasa mengungkapkan penolakannya penolakannya atas pengaduan yang diajukan oleh berbagai kelompok, termasuk korban darurat militer.

Terkait hal tersebut, dua pihak yang melakukan permohonan tersebut termasuk kelompok kiri Akbayan, mengatakan bahwa mereka akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung.

BACA JUGA:Begini Pengakuan 2 Wanita Terkait Video 3 Bocil Pamer Alat Vital di Stadion

Francisco Domagoso yang merupakan Walikota Manila, telah mengakui kekalahanya dalam pemilu kali ini.

Selain terpilihnya menjadi presiden baru, putri Presiden Rodrigo Duterte juga berhasil terpilih menjadi calon wakil presidennya. 

Sara Duterte-Carpio memenangkan lebih dari tiga kali jumlah suara dibandingkan dengan saingan terdekatnya.

BACA JUGA:Ilmuwan Selidiki Keterkaitan Hepatitis Akut Misterius dengan Virus Covid-19

Dilansir dari reuters.com, kelompok hak asasi manusia Karapatan meminta masyarakat Filipina untuk menolak hasil terpilihnya Marcos sebagai presiden yang baru dan mengatakan bahwa hal ini dibangun di atas kebohongan dan disinformasi untuk menghilangkan bau citra menjijikkan dari keluarga Marcos.

Sementara itu, Amnesty International menuduh Marcos dan pasangannya menghindari pembahasan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk yang dilakukan di bawah darurat militer dan selama perang berdarah Presiden Duterte terhadap narkoba.

Kategori :