Varian Omicron BA.4 dan BA.5 Mengancam, Seruan Prokes Kembali Menggema!

Senin 13-06-2022,14:01 WIB
Reporter : Derry Sutardi
Editor : Derry Sutardi

JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengimbau masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan (prokes), mengingat kemunculan Covid-19 varian Omicron BA.4 dan BA.5. pekan lalu.

Pemerintah tengah dikhawatirkan kemunculan Omicron BA.4 dan BA.5 yang berpotensi kembali membuat lonjakan kasus Covid-19 di masyarakat. 

"Sekalipun sudah diperkenankan tidak menggunakan masker di ruang terbuka, kami minta warga Jakarta khususnya agar tetap patuh, taat, disiplin bertanggung jawab untuk melaksanakan protokol kesehatan," kata Wagub DKI Riza usai apel Operasi Patuh Jaya 2022, Jakarta, Senin 13 Juni 2022.

BACA JUGA:Antispasi Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5., Pemerintah Diminta Lakukan Ini...

Selain prokes, Riza juga mengingatkan masyarakat agar secepatnya mendapatkan vaksin booster. 

"Saya memastikan Pemprov DKI akan memastikan seluruh warga DKI mendapatkan vaksinasi booster lengkap," ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI melalui akun resmi @dkijakarta mengunggah kabar terbaru yang menyatakan Omicron BA.4 dan BA.5 ditemukan di Indonesia. 

Kabar ini disebut penting mengingat varian ini telah dinyatakan sebagai variant of concern (VOC) di Eropa dan UK.

Di dalam unggahannya Pemprov DKI juga menjelaskan bahwa varian BA.4 dan BA.5 berpotensi membuat lonjakan kasus di Indonesia, dikarenakan varian ini lebih mampu menghindar dari kekebalan tubuh yang muncul akibat vaksinasi dan infeksi alami.

"Pemprov DKI bersama dengan Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan sarana dan prasarana kesehatan yang dibutuhkan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga prokes tetap menjadi yang utama," pungkasnya.

BACA JUGA:Fenomena Purnama Stroberi Super Bakal Terlihat di Indonesia, Seperti Apa Bentuknya?

Kasus sub-varian baru BA.4 dan BA.5 pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022. 

Saat ini, kasus mutasi Omicron baru subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia kini bertambah menjadi delapan orang. 

Dari 8 kasus itu, ditemukan sebanyak 3 warga negara asing (WNA) dan 5 warga negara Indonesia (WNI). 

Berdasarkan data Kemenkes RI per Minggu 12 Juni 2022, tercatat 6 orang terinfeksi BA.5, sementara dua orang lainnya terinfeksi BA.4.

Kategori :