Top! Demo di Lampung Kondusif, Arinal sampai Kapolda Ajak Dialog Massa

Kamis 14-04-2022,04:10 WIB
Reporter : Syaiful Amri
Editor : Syaiful Amri

LAMPUNG, DISWAY.ID - Aksi yang digalang Aliansi Lampung Memanggil (AML) melebihi ekspektasi, Rabu 13 April 2022.

Massa yang diestimasi hanya sekitar 1.000 orang ternyata jauh melampaui perkiraan. Sesuai jadwal, ribuan massa berkumpul di Universitas Bandar Lampung. 

Setelah itu, mereka melakukan longmars menggunakan kendaraan roda dua ke Tugu Adipura. Massa semakin banyak karena sebagian sudah lebih dahulu menunggu.

BACA JUGA: Kapolres Way Kanan Akhirnya Buka Suara Terkait Tri Budi yang Viral di Medsos  

Kemudian massa melanjutkan longmars melintasi Jalan Ahmad Yani, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung. Untuk selanjutnya berbelok ke Jl. Wolter Monginsidi menuju kompleks kantor gubernur.

Pantauan Radar Lampung, ribuan mahasiswa mengenakan jaket almamater masing-masing kampus. Mereka membawa bermacam spanduk dan poster.

Sepanjang jalan, ribuan pendemo dengan lantang menyanyikan mars mahasiswa sembari membentangkan bendera dan spanduk. Massa akhirnya tiba di gerbang DPRD Lampung. Di sana, ribuan petugas telah siaga.

BACA JUGA: Tri Budi Setya Purwanto Bukan Pelaku Pengeroyokan Ade Armando, Waspada Kabar Hoaks Beredar di Medsos 

Jalan diblokade dengan dua lapis kawat berduri. Suasana sempat memanas ketika massa hendak merangsek kawat berduri yang dipasang di pintu gerbang DPRD dan Pemprov Lampung.

Beruntung ketegangan mereda, setelah Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno dan jajaran beserta TNI berdialog dengan mahasiswa. Mahasiswa sempat melaksanakan salat Duhur berjamaah di depan gerbang.

Usai salat, massa kembali berkeras meminta barikade kawat berduri dibuka agar mereka bisa masuk ke halaman DPRD. Melihat gelagat tak baik itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tampil ke depan.

BACA JUGA: Perang Siber Dimulai, Ukraina Klaim Patahkan ‘Sandworm’ Pasukan Rusia, Biden Mulai Panik

Dia menyatakan siap menerima mahasiswa yang menggelar aksi. ’’Saya siap menerima adik-adik dan menerima apa yang adikadik sampaikan. Saya akan tindak lanjuti,” kata Arinal.

Namun, mahasiswa ngotot ingin masuk ke halaman kantor DPRD Lampung. Saat itu, mahasiswa sudah memasuki halaman kantor DPRD Lampung tetapi masih tertahan satu lapis pagar kawat berduri. 

’’Baiklah, saya minta kawat dibuka. Saya akan terima adik-adik ini. Karena kalianlah yang membangun bangsa. Tetapi mohon karena ada di dalam ini, saya tidak ingin ada hal yang tak diinginkan. Saya ingin adik-adik jadi anak yang bermartabat di masa yang akan datang,” ucap Arinal.

Kategori :