Puan Bicara Keberhasilan Pemimpin Wanita Tangani Pandemi Di Forum Parlemen Perempuan IPU

Minggu 20-03-2022,15:00 WIB
Reporter : Syaiful Amri
Editor : Syaiful Amri

“Jika kesetaraan gender dijamin, maka keadilan akan tercapai. Bersama, kita dapat perkuat komitmen untuk mendorong kemajuan perempuan,” sambungnya.

Forum of Women Parliamentarians ini turut dihadiri oleh Presiden IPU Duarte Pachecho, Sekjen IPU Martin Chungong, Wakil Presiden Forum Anggota Parlemen Perempuan H. Ramzy Fayez, dan Ketua 33rd Forum of Women Parliamentarians, Irine Yusiana Roba Puteri.

Dalam sambutannya, Presiden IPU Duarte Pachecho sepakat dengan Puan bahwa perempuan sering menjadi korban konflik, termasuk dalam perang. Ia mencontohkan banyaknya korban perempuan pada krisis Ukraina.

“Kami bersama kalian (perempuan-perempuan Ukraina). Kami mengetahui penderitaan kalian,” ucap Pachecho.

Meski begitu, ia menyebut banyak perempuan-perempuan berjuang dalam konflik, termasuk perempuan-perempuan Ukraina.

Pachecho juga menyinggung keberanian perempuan-perempuan Ukraina yang ikut angkat senjata menbela negaranya atas invasi Rusia, termasuk sejumlah anggota parlemen negara tersebut.

“Perempuan-perempuan Ukraina menunjukkan keberanian berjuang untuk kebebasan negaranya. Saya menyerukan, perang harus berhenti sekarang,” tuturnya.

Terlepas dari itu, Pachecho kembali memberikan apresiasi untuk DPR sebagai tuan rumah yang berhasil menyelenggarakan IPU ke-144 di tengah kondisi pandemi. “Terima kasih kepada Ibu Puan Maharani,” kata Pachecho.

Sementara itu Ketua 33rd Forum of Women Parliamentarians, Irine Yusiana Roba Puteri mengatakan forum parlemen perempuan IPU kali ini akan berdiskusi dalam memberikan usulan berbasis gender untuk dua rancangan resolusi.

Rancangan resolusi pertama soal memikirkan kembali dan membingkai ulang pendekatan proses perdamaian dengan pandangan untuk membina perdamaian abadi. Kemudian resolusi kedua adalah soal memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai enabler sektor pendidikan, termasuk di masa pandemi.

Irine mengatakan, forum ini penting mengingat pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada masalah kesehatan, tatanan sosial, budaya, politik, dan ekonomi saja. Pandemi Covid-19 disebutnya juga telah memperbesar ketidaksetaraan gender yang dialami perempuan.

“Ini terkait dengan beban ganda perempuan, kehilangan mata pencaharian, kekerasan berbasis gender, dan pemenuhan hak asasi manusia bagi para perempuan di daerah konflik serta perempuan disabilitas, lansia, pekerja migran, dan kelompok rentan lainnya,” sebut Irine.

Untuk itu Irine berharap agar diskusi forum parlemen perempuan IPU dapat mendorong terwujudnya kesetaraan gender secara global, bukan hanya di masa pemulihan pandemi Covid-19 namun hingga masa mendatang.

“Sehingga generasi penerus kita dapat menikmati kesetaraan gender yang kita perjuangkan ini,” tutup anggota Komisi I DPR RI itu.

Kategori :