Inggris Kirim Pasukan Robot Untuk Berperang 2030, Perang Ala Terminator Segera Dimulai

Minggu 12-03-2023,13:46 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

JAKARTA, DISWAY.ID – Salah satu Jenderal Inggris mengungkapkan bahwa pihaknya tengan mempersiapkan pasukan robot.

Ditargetkan Inggris kirim robot untuk berperang 2030 mendatang dan merupakan sebuah awalan perang ala Terminator segera dimulai.

Menurut jenderal tersebut, robot akan memperkuat untuk Angkatan Darat Inggris mengikuti drone otonom yang sudah mulai digunakan dalam memburu dan membunuh sasaran.

“Robot Angkatan Darat Inggris kemungkinan akan melawan musuh di medan perang pada tahun 2030,” jelas pejabat militer senior Jenderal Collins seperti dilansir dailymail.co.uk.

BACA JUGA:Presiden dan Kapolri Hantarkan Almarhumah Istri Moeldoko Hingga ke Mobil Jenazah

BACA JUGA:David Ozora Dibelai Jonathan Latumahina: Udah Seger!

Perwira senior tersebut mengatakan bahwa dalam tujuh tahun mendatang kontak pertama dengan musuh di medan perang harus dilakukan oleh robot.

Kondisi tersbeut bukan lagi sekedar fiksi ilmiah, di mana drone otonom atau semi otonom sudah digunakan dalam peperangan untuk memburu, menargetkan, dan membunuh manusia.

Saat ini sebagian besar drone dan kendaraan darat dan laut tak berawak masih memerlukan input manusia. 

Tetapi kondisi tersebut kemungkinan besar akan berubah dan konflik di Ukraina akan meningkatkan kecepatan ilmu pengetahuan seputar otonomi penuh.

BACA JUGA:Rusia dan Ukraina Klaim Ratusan Prajurit Tewas di Bakhmut

BACA JUGA:MotoGP 2023: Marc Marquez Buat Pengakuan Mengejutkan, Honda Nyerah Susul 8 Motor Ducati, 'Jujur Kami Tidak Bisa'

Dalam perang Ukraina, Angkatan Darat Rusia diduga telah mengerahkan drone serang berkemampuan kecerdasan buatan (AI), seperti Kalashnikov ZALA dan Lancet. 

Keduanya memiliki beberapa kemampuan otonom, seperti mampu menemukan dan menghancurkan target secara mandiri.

Dalam sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2020 menyatakan bahwa drone serang Kargu-2 buatan Turki telah digunakan untuk pertama kalinya dalam pertempuran selama pertempuran antara pihak-pihak yang bertikai di Libya.

Kategori :