Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396, shahih).
Makna dari berdoa secara umum di tengah-tengah berbuka puasa adalah untuk menikmati rasa syukur dan tunduknya seorang hamba kepada peciptanya, Allah subhanahu wa ta'ala.
BACA JUGA:Jadi Presidensi 2023, India Ingin Belajar dari Indonesia yang Sukses Gelar Presidensi G20 2022
6. Berbagi Makanan Berbuka Puasa
Bagi kamu dan keluarga diberi kelebihan rizki oleh Allah, maka berbagilah.
Pasalnya, salah satu anjuran dalam beramal kebaikan di bulan suci Ramadan ini adalah memberi makan buka puasa kepada orang lain.
Memberi makan berbuka puasa memiliki keutamaan tersendiri dibanding berbagai di selain waktunya. Dan pahalanya sangat besar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih).
BACA JUGA:Drone Rusia Kembali Hantam Ukraina Usai Pertemuan Xi Jinping dan Putin
7. Mendoakan Orang yang Memberi Makanan
Salah satu adab dalam seorang muslim adalah membalas pemberian orang lain dengan sebuah doa.
Khususnya kala diberi makanan untuk berbuka puasa, maka dianjurkan untuk mendoakan orang yang memberi makanan tersebut.