Sadis! Dianggap Pengkhianat, Lewis Kagoya Tembak dan Bakar Pimpinan Kelompok Joni Botak hingga Tewas, Juru Bicara OPM Buka Suara

Kamis 27-04-2023,07:17 WIB
Reporter : Derry Sutardi
Editor : Derry Sutardi

BACA JUGA:Panik Dibombardir TNI! KKB Papua Merengek Minta Bantuan Australia hingga PBB, Amatus Akouboo: Ini Perang Penindasan!

Sementara satu rekan Joni Botak lainnya, Ela Wandagau juga ikut dikeroyok dan namun kabarnya kondisinya sekarat. 

Joni Botak Dianggap Berkhianat

Menurut kabar yang beredar dari sumber lainnya, pertikaian kedua kelompok tersebut pemicunya adalah tudingan Joni Botak terhadap Kelompok Teroris Separatis Papua (KTSP) Lewis Kogoya. 

Tudingan tersebut dilayangkan oleh Joni Botak ke Lewis Kagoya karena melakukan penembakan terhadap pesawat kargo milik Asian One di Bandara Beoga. 

Tudingan tersebut membuat Kogoya murka, hingga akhirnya menjebak Joni Botak untuk datang ke distrik Beoga dengan membawa amunisi.

BACA JUGA:Kocar-kacir! Kondisi KKB Papua Penyandera Pilot Susi Air Terjepit, Kapuspen: Mereka yang Memulai!

Saat amunisi diterima, Kogoya pun menyampaikan protesnya terhadap tudingan Joni Botak hingga berujung penembakan terhadap Joni Botak dan anggotanya.

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengklaim telah mengeksekusi mati seseorang asli Papua yang mereka sebut sebagai penghianat perjuangan mereka. 

Adapun sosok yang ditembak mati yakni Holem Uamang di Kampung Yulukoma.

Holem Uamang disebut merupakan anak buah Joni Botak dari Kodap III Kali Kopi Timika.

Holem Uamang dieksekusi mati oleh TPNPB KODAP VIII lantaran dirinya dianggap sebagai penghianat sekaligus mata-mata TNI-Polri. 

BACA JUGA:Markas 'Diacak-acak' KKB Papua, Kualitas Kopassus Perlu Dievaluasi, CISS: Ada yang Tidak Kuat dalam...

"Tentara Pembebasan Nasional Papua barat-Organisasi Papua Merdeka Kodap VIII Intan Jaya berasil menembak mati satu mata-mata Intelejen TNI-Polri di Beoga," ujar Sebby.

"Hal ini kami lakukan karena kami sudah mengikutinya. Dia sering masuk keluar di pos milik TNI di Migilowak Kampung Beoga," ungkapnya.

Sebby mengatakan, menurut laporan Lewis Kogoya, pada 14 April 2023 lalu, setelah pasukannya menembak salah satu pesawat, korban Holem Uamang juga sempat bersembunyi dan hendak menembak pasukan TPNPB KODAP VIII Intan Jaya.

Kategori :