BACA JUGA:Pengumuman Daftar Para Pemenang ICHITAN Umroh Impian
Polemik ini menyoroti pentingnya transparansi dan komunikasi yang efektif dalam proses pemberian KJMU.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengundang beberapa perwakilan mahasiswa untuk membahas Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), yang baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk mencabut program tersebut secara sepihak oleh beberapa penerima yang dinilai tidak layak.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu perwakilan mahasiswa UIN Prof. Kh. Saifuddin Zuhri, Purwokerto, Nur Faisal Hamzah yang juga merupakan penerima KJMU, menjelaskan pentingnya pembahasan ini.
"Lebih enak seperti ini bertemu langsung menurut saya, karena ibaratnya kita sebagai netizen harus tau sih, ada apa di dalamnya ini juga penting dan ini penting," ungkap Faisal kepada wartawan, Kamis 7 Maret 2024.
BACA JUGA:GIICOMVEC 2024: Hino Luncurkan Fasilitas Uji KIR Swasta Berizin Resmi dan Terakreditasi
Menurutnya, transparansi adalah kunci, dan ini adalah salah satu upaya dari Pemprov DKI Jakarta untuk memberi tahu kepada masyarakat bahwa ada perbaikan data yang sedang dilakukan.
"Menurut saya adalah salah satu upaya dari bapak Heru untuk memberi tahu kepada masyarakat bahwa ini sedang ada perbaikan (data) terlebih dahulu," ungkap Faisal. (Fajar Ilman)